Pengetahuan kita memang sedikit. Teramat sedikit. Hanya seperti setetes embun di lautan pengetahuan Allah. Itupun tidak bisa dengan sendirinya menciptakan peristiwa-peristiwa kehidupan kita. Kesalahan kita, dengan begitu, selalu ada di situ; saat di mana kita menafsirkan seluruh proses kehidupan kita dengan pengetahuan sebagai tafsir tunggal. Tapi setetes embun itu yang sebenarnya memberikan sedikit kuasa bagi manusia atas peserta alam raya lainnya, dan karenanya membedakan dari mereka.
Walaupun bukan dalam kerangka hubungan kausalitas mutlak, Allah tetap saja menyebutnya sultan; kekuasaan, kekuatan. Pengetahuan menjadi kekuasaan dan kekuatan karena Allah dengan kehendak-Nya meniupkan kuasa dan kekuatan itu ke dalamnya kapan saja Ia menghendakinya. Dan karena pengetahuan itu adalah input Allah yang diberikannya kepada akal sebagai infrastruktur komunikasi manusia dengan-Nya, maka ia menjadi penting sebagai penuntun bagi kehidupan manusia. Dalam kerangka itulah Allah mengulangi kata ilmu, dengan seluruh perubahan morfologisnya, lebih dari 700 kali dalam Al-Qur'an. Di jalur makna seperti itu pula Rasulullah SAW mengatakan: "Siapa yang menginginkan dunia hendaklah ia berilmu. Siapa yang menginginkan akhirat hendaklah ia berilmu. Siapa yang menginginkan kedua-duanya hendaklah ia berilmu."
Ada sesuatu yang tampak tidak bertemu di sini; antara ilmu yang sedikit, dan kuasa yang diberikan Allah pada ilmu yang sedikit itu. Yang pertama menyadarkan kita akan ketidakberdayaan kita. Tapi yang kedua menggoda kita dengan kekuasaan besar atas dunia kita. Kisah Fir'aun, Haman dan Qarun, adalah kisah orang-orang yang gagal menemukan titik temu antara keduanya. Sebaliknya ada kisah Yusuf dan Sulaiman yang menemukan simpul perekat antara kedua situasi itu.
Yusuf menguasai perbendaharaan negara karena ia, seperti yang beliau lukiskan sendiri. Hafiz 'aliim; penjaga harta yang tahu bagaimana cara menjaganya. Ilmu tentang bagaimana menjaga harta kekayaan negara telah memberinya posisi tawar politik yang kuat dalam kerajaan. Bergitu juga dengan kerajaan Sulaiman yang disangga oleh para ilmuwan yang bahkan melampaui kedalaman ilmu pasukan jinnya. Sebab pasukan Jin hanya mampu memindahkan singgasana Balqis dari Yaman ke Palestina dalam waktu antara duduk dan berdirinya Sulaiman. Sementara para ilmuwannya mampu memindahkan singgasana itu dalam satu kedipan mata. Itu bukan pengiriman data dan suara seperti dalam sms dan hubungan telepon. Tapi pengiriman barang atau cargo.
Luar biasa. Bukan terutama pengetahuannya yang luar biasa. Tapi tafsir Sulaiman atas itu semua: "Ini adalah keutamaan dari Tuhanku, yang dengan itu Ia hendak mengjui aku, apakah aku akan bersyukur atau mengingkari (kufur) nikmat itu." Sulaiman memahami bahwa Allahlah yang meniupkan sedikit kuasa pada pengetahuan itu. Sedikit kuasa itu membuatnya percaya diri di depan Balqis dengan menggunakan diplomasi teknologi dalam menyampaikan risalah, tapi juga membuatnya rendah hati dan bersyukur di depan Allah.
Itulah kata kuncinya: kerendahan hati dan kepercayaan diri. Persis seperti embun; sejuk karena kerendahan hati, tapi tak pernah berhenti menetes karena percaya bahwa dengan kelembutannya ia bisa menembus batu. [Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran Majalah Tarbawi edisi 217]
[Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran, Majalah Tarbawi]
Lelaki buta huruf itu tiba-tiba disuruh membaca. Bukan. Bukan disuruh. Tepatnya dipaksa. Sampai tiga kali. Dan pecahlah peristiwa itu dalam sejarah manusia; lelaki buta huruf itu lantas diangkat menjadi nabi, bahkan penutup mata rantai kenabian hingga akhir zaman.
Begitulah perintah membaca mengawali pengangkatan Muhammad menjadi Nabi. Kelak, setelah menunaikan tugas kenabian itu selama 23 tahun, atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari, Allah SWT menutup perjuangan beliau dengan satu ayat tentang kesempurnaan: ”Hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu, dan Ku-sempurnakan pula nikmat-Ku untukmu dan Aku ridho Islam sebagai agamamu.”
Risalah kenabian itu dibuka dengan perintah membaca, dan kelak ditutup dengan pernyataan penyempurnaan dan keridhoan. Awalnya adalah pembacaan. Ujungnya adalah penyempurnaan. Maka berkembanglah agama terakhir ini dari seorang Nabi menjadi seratusan ribu manusia Muslim, dari komunitas kecil para penggembala kambing jazirah Arab yang tandus menjadi sebuah peradaban besar yang memimpin kemanusiaan selama lebih dari seribu tahun.
Kitab kehidupan ini memang begitu seharusnya dipahami: bukalah ia dengan pembacaan yang menyeluruh, niscaya engkau akan mengkhatamkannya dengan kesempurnaan. Jika kita belajar lebih banyak di awal kehidupan, niscaya kita akan mencapai kesempurnaan di penghujung umur, dan menutup mata dengan senyum dalan keridhaan Allah SWT.
Cara kita menjalani hidup selamanya ditentukan oleh cara kita memahami hidup. Seperti apa cara kita memahami hidup, seperti itu pula cara kita menjalaninya. Coba masuk ke dalam hutan belantara tanpa peta. Pasti tersesat. Bahkan mungkin tidak bisa keluar. Begitu juga kehidupan. Membaca adalah peta. Makin menyeluruh dan akurat peta yang kita miliki, makin cepat dan pasti kita sampai ke tujuan.
Diantara pembelajaran dan kesempurnaan, ada satu jembatan emas yang menghubungkannya: pertumbuhan. Pertumbuhan adalah adalah jalan menuju kesempurnaan. Mereka belajar maka mereka tumbuh. Kesempurnaan adalah ujung hidup yang dicapai dari tapak demi tapak kehidupan. Mereka menjadi sempurna karena mereka tidak pernah berhenti menjadi lebih baik.
Judul di atas adalah pujian yang biasanya lahir dari para suami untuk isterinya masing-masing tiap pagi... Kalimat diatas bisa berubah seperti... 'Wah, kok ada yang cantik sih disini....???' Apapun itu, itulah bentuk penghargaan suami untuk kita, para wanita. Tapi... yang dikatakan cantik itu yang seperti apa sih...??? Yuuuk, kita habiskan waktu beberapa menit kedepan untuk membaca tulisan dibawah ini... tulisan menarik dari teman yang saya share disini... bagus buat para muslimah... Silakan dibaca, tafadhol... Moga bermanfaat yah... ------------------------------------------------------- Berbahagialah kita diciptakan oleh Allah Swt menjadi makhluk yang sempurna. Dibandingkan makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lainnya (binatang, tumbuh-tumbuhan), manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Manusia dikarunia akal, binatang dan tumbuh-tumbuhan tidak. Secara bentuk juga manusia jauh lebih sempurna. Syukur yang tak terhingga kita haturkan hanya kepada Yang Maha Pencipta, “Alladzii kholaqoka fasawwaaka fa’adalak” (Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. Manusia memiliki tiga potensi yaitu jasmani (al jasad), akal (al aql) dan ruhani (arr uh). Islam menghendaki ketiga potensi ini seimbang yakni memberikan sesuai haknya tanpa penambahan dan pengurangan. Ketiga potensi tentu selayaknya kita jaga dan pelihara dengan sebaik-baiknya sehingga tampak cantik tidak hanya dimata manusia tapi juga dihadapan Allah. Berikut ini tips Cantik dengan menyeimbangkan tiga potensi: 1.Cantik Jasad/Jasmani. Untuk menjadi cantik jasmani ada banyak hal yang kita lakukan diantaranya adalah: - olah raga secara rutin, contoh jalan sehat, olah raga ini sangat mudah dilakukan dan siapa saja dapat melakukannya, tinggal bagaimana kita menyediakan waktu kita untuk melakukan olahraga ini, apakah di pagi hari saat sinar matahari sangat bagus untuk kesehatan tulang, atau di siang hari saat jam istirahat kerja atau bisa juga jalan-jalan di waktu sore. Dengan olahraga yang teratur, tubuh tidak hanya sehat tapi juga kuat. Dalam sebuah hadist dikatakan, ”Mukmin yang kuat itu lebih baik atau disukai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR Muslim) - Makan-minum yang sehat dan bergizi. Seringkali kita menyukai makanan yang sedap cita rasanya namun kurang asupan gizinya, misalkan makanan yang bersantan atau berminyak (goreng-gorengan). Nah disini kita dituntut berkreasi bagaimana meramu dan mengemas makanan yang tidak hanya enak rasanya saja tapi juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita. Dan satu lagi sangat-sangat penting dan tidak boleh dilupakan yaitu makanan yang halal dan thoyyib. (QS 80:24, 2:168 dan 2:172) - Menjaga kebersihan dan memelihara kesehatan kulit dan tubuh. Mandi minimal dua kali sehari itu wajib. Karena kesibukan yang maha dahsyat jangan sampai menjadikan diri kita absent dari mandi. Bayangkan kalo kita tidak mandi sehari saja apa yang terjadi? Aroma badan bau sekali dan kulit jadi gatal-gatal dan jangan lupa kasihan orang-orang yang bersama kita mereka akan terzolimi karena mencium bau tidak enak. Selain mandi tentu saja kulit juga perlu perawatan seperti memberikan krim pelindung kulit, tidak perlu yang mahal dan bermerek, yang sederhana asalkan cocok tidak masalah. - Tidur dan istiharat yang cukup. Sekali lagi rutinitas dan kesibukan yang luar biasa seyogyanya jangan sampai melupakan diri kita untuk istirahat yang cukup. Tubuh kita sesuai fitrahnya tidak bisa terus-terusan diforsir bekerja tapi pada satu titik perlu diistirahatkan. Istirahat yang cukup konon membuat tubuh kita semakin segar dan tercegah dari jatuh sakit. Allah berfirman, ”wa ja’alnaa nawmakum subaata” artinya ”Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS 78:9) - Bagi yang sudah menikah, halal baginya saling berkasih sayang, yang dengannya kamu menjadi tentram (QS 30,21). 2.Cantik Akal Berbahagialah kita manusia dikaruniai akal yang dengan akalnya manusia mampu mengenali sesuatu, mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk/jahat, dan dengan akalnya juga manusia mampu berkreasi memanfaatkan sumber daya alam yang diberi Allah agar manusia dapat menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. (dalilnya ada pada QS 2:30 dan 33:72). Akal adalah suatu potensi yang haknya harus dipenuhi yakni dengan ilmu. QS 3:190. Dengan ilmu yang dimiliki manusia dapat mengembangkan potensinya dan mengamalkan untuk kemaslahatan umat sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat. Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat Mujadilah ayat 11, ”Yarfa’illahulladzina aamanuu walladziina utul ’ilma darojaat” artinya "Allah meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu di antaramu beberapa derajat" 3. Cantik Ruh (hati) Kebutuhan hati diantaranya adalah dengan dzikrullah, memperbanyak istighfar. Kapan saja dimana saja hendaknya kita senantiasa mengingat Allah. Dengan selalu mengingat Allah maka hati ini akan menjadi tenang dan tentram. (QS 13:28: 62:9-10) Bilamana ruh/hati senantiasa terjaga keseimbangannya maka akan melahirkan kebahagiaan batin dan ketenangan jiwa. Amal-amalan ibadah seperti sholat, puasa, tilawatil Qur’an, amal-amal sholeh seperti zakat, infaq dan shodaqoh termasuk amalan-amalan yang dapat mensucikan jiwa, ruh/hati kita. Semoga dengan menyeimbangkan ketiga potensi diatas kita dapat menjadi ummatan wasathon atau umat pertengahan atau umat yang seimbang (sehat dan segar jasmani, berilmu dan bermanfaat serta baik budi/prilaku dan ruhiyahnya), yang dengan keseimbangan tersebut dapat meraih kebahagiaan hakiki.
Beberapa minggu lalu membaca berita di detik, kalau banyak artis yang malu menjadi warga Indonesia pasca bom-bom itu. Dan ada salah satu status di FB teman yang memang lagi kesel menuliskan... seandainya mereka tau bahwa Indonesia juga MUAK dengan kelakuan mereka... hehehe... Nyuwun sewu nggih artis... ini pengakuan jujur rakyat Indonesia yang apa adanya dan sudah terbiasa menerima ketidak adilan. So, you can say anything you want... but we still love Indonesia... Nah, dibalik berita yang bikin males itu, akhirnya I found a good news... sometimes, no news is good news... but this is realy good news... Please deh, check di : http://kn.theiet.org/magazine/issues/0914/asia-news-0914.cfm Alhamdulillah, finally EU lifts Garuda airspace ban.... Masih ada harapan untuk hari esok... maju terus bangsaku... Kami memang bukan siapa-siapa, bukan pula artis yang selalu menghiasi media massa... tapi kami siap berada dibelakang tuk membangun negeri yang bersih, jujur, adil dan punya semangat tinggi untuk menjadi lebih baik... Berita lengkapnya di copast aja deh... biar jelassss...  -------------------------------------- EU lifts Garuda airspace ban The European Union (EU) has lifted the ban on Garuda and three other Indonesian airlines entering its airspace. The state-owned national flag-carrier, along with Mandala Airlines and cargo operators PremiAir and Airfast Indonesia, will now be able to resume flights to the 27-nation bloc. EU ambassador to Indonesia Julia Wilson said the country has made significant improvement in aviation safety, and hinted that two low-cost carriers, Air Asia Indonesia and Lion Air, might also be taken off the blacklist in the near future. Dian Wirenjurit, Indonesia’s director of intra-regional cooperation for Europe and the US, told E&T that the EU wants Indonesia to revamp its policies and regulations to EU standards, and has agreed to lift the ban on more Indonesian airlines when new regulations are in place. The ban was imposed on all 51 Indonesian carriers in April 2007 after a string of air disasters involving aircraft of low-cost carrier Adam Air and Garuda. In the same year, the US watchdog Federal Aviation Administration downgraded Indonesia’s civil aviation rating from Category I to Category II. Eleven of the 51 airlines have ceased operating, either pushed out by stiff competition or having their air operating certificates revoked by the Ministry of Transport in Jakarta. Indonesia’s Minister of Transport Jusman Syafii Djamal greeted the lifting of the ban with delight, but said the ban on Garuda should have been removed last year, as the airline had invested a huge sum of money to provide enhanced training for its staff. “There is no question about the maintenance and safety of the Garuda fleet,” Jusman said. A relieved Garuda is already planning to fly to Amsterdam in the third quarter of 2010 initially using the Airbus A330-200, which would require a stop in Dubai for refuelling. The service will be operated non-stop from 2011, when Garuda starts taking delivery of ten Boeing 777-300ER aircraft that it ordered in February 2008. Garuda spokesman Pujobroto said Amsterdam will be the first European destination for the airline to resume flights to, as there is a big market. Indonesia was a former Dutch colony. Flights to Frankfurt will be resumed in early 2011. Garuda stopped flying to Europe in 2004 after a major restructuring. Privately-owned Thai low-cost carrier One Two Go, a subsidiary of Orient Thai Airlines (OTA), has also been taken off the blacklist. The EU was said to have wrongly banned the airline from flying to Europe last year after the airline’s MD82 aircraft overshot the runway on landing at Phuket International Airport on 16 September 2007, coming to rest against a tree and killing 80 of the 123 passengers and crew. The European Commission had received a notification from Thailand’s Department of Civil Aviation that One Two Go was operated by OTA. DCA deputy director general Wutichai Singhamanee said OTA was not banned by EU so One Two Go, which is operated by a parent company that complies with EU’s standards, should not be blacklisted. Bakun dam to go live in 2011 Construction of the Bakun hydroelectric dam in the east Malaysian state of Sarawak is expected to be completed in August 2011 and will start distribution of electricity before the end of the year. The dam will have eight turbines installed with a capacity to generate 2,400MW of electricity. Using a high-voltage direct current (HVDC) transmission line, the plant will export 1,600MW to Peninsular Malaysia (West Malaysia). The remaining 800MW will be for Sarawak. A 730km HVDC transmission line and a 670km undersea cable to connect the plant with Peninsular Malaysia will be constructed. These are expected to cost the government US$2.6bn. The work will be financed by loans sourced by Tenanga Nasional Berhad (TNB), the state power agency. According to Loo Too Gee, the deputy secretary general of the Ministry of Energy, Green technology and Water, construction of the transmission line and cable-laying project is being worked on. Bakun is currently owned and constructed by Sarawak Hidro, which is owned by the Ministry of Finance Inc, an investment arm of the Ministry. In February the Federal government gave the green light for TNB and Sarawak Energy Berhad to jointly take over the operation of Bakun from Sarawak Hidro. Loo said the takeover will be executed through a leasing agreement which is currently being finalised. The joint partners will develop the transmission system from the site to Peninsular Malaysia. The leasing agreement will also cover the sale of electricity to Peninsular Malaysia and Sarawak. Bakun is the second-highest concrete-faced rockfill dam in the world. It will have a reservoir surface of 70,000 hectares. The project’s promoters say it will be emission-free and have zero impact on global warming.
ditulis oleh : Ryan Alfian Noor * 13 Juni 2009 di telogo rejo Balikpapan selama 4 jam. PS. Tulisan bagus dari adik kelas... Layak untuk dibaca dan dishare... Mengingat banyak juga angkatan kita yang masih lajang... Buat Ryan, teruslah menulis... Tulisan antum penuh inspirasi...  -------------------------------------------------- Pemuda itu hanya termangu diam disamping pohon kurma ditepi padang pasir di kota madinah sana. Betapa ia tergoncangkan hatinya ketika dia tahu bahwa wanita itu akan dipersunting oleh sahabat seniornya sendiri yang bernama Abu Bakar. Seorang sahabat yang tidak diragukan lagi kesetiaannya pada rasul. Dialah sahabat senior yang menemani rasul saat berhijrah dan pria soleh itu pula yang menyumbangkan seluruh hartanya untuk Islam ini tanpa sisa sedikitpun. Seharusnya pemuda itu bahagia saat itu. Karena wanita yang dikaguminya bisa mendapatkan lelaki se-sholeh seperti Abu Bakar.
Ia mencoba untuk tetap tersenyum. Namun tetap saja, dia tidak tahu mengapa hatinya tetap mencoba menolak dan tidak mau selaras. Sekali lagi, ia coba yakinkan pada dirinya kembali, “Inilah sebuah perlombaan kebaikan, siapa yang duluan, maka ia harus mempersilakannya”. Sejak dari dulu seharusnya ia sadar harus menepis apa yang dirasakannya itu, cukuplah hanya sebatas kagum kepada wanita yang bernama Fatimah Binti Rasulullah itu. Namun semua belum terlambat, perasaan kagum itu akhirnya ia simpan jauh didalam hatinya. Agar orang lain tidak akan pernah tahu apa yang ia rasakan. Sampai-sampai setan pun tidak dapat mengetahui hal itu. Namun ia tidak tahu mengapa perasaan itu semakin kuat dan terus menderu, seakan-akan mendorong dia untuk mengungkapkan kepada wanita sholehah itu jika Allah memberikannya kesempatan yang kedua.
Tapi untunglah Allah masih menjaga hatinya. Ia sadar benar, dengan mengungkapkan isi hatinya artinya dia harus siap untuk meminangnya. Tidak hanya sekedar rayuan kata-kata manis dan indah semata, tetapi sebenarnya disana harus ada keberanian dan ada tanggung jawab. Namun ia tahu bahwa ia hanyalah lelaki yang miskin papa, bukan berasal dari keluarga yang kaya. Bagaimana mungkin ada orang tua yang mau menerima menantu seperti dia. Adakah orang tua yang rela memberikan anaknya kepada seorang pemuda seperti dirinya? Dan yang lebih meyakinkannya lagi, apakah ia pantas mendampingi seorang wanita ahli surga yang juga putri dari orang yang sangat dikasihinya. Ali terlalu rendah hati. Akhirnya ia putuskan untuk menyimpan didalam hatinya saja. Cukup dia dan Allah yang tahu. Apalagi sekarang sudah ada Abu Bakar, sekarangpun ia bisa tenang karena ada lelaki yang lebih siap dan lebih baik darinya yang meminang bidadari dunia itu.
Dialah Ali Bin Abi Thalib. Seorang pemuda yang cerdas dan bahkan Nabi pun memuji karena kecerdasannya itu sendiri. Butiran pasir terus beterbangan dengan indahnya dipadang pasir tempat pemuda itu merenung. Tak berapa lama kemudian, tersiarlah kabar bahwa lamaran Abu Bakar ditolak oleh rasul. Entah seperti ada setetes embun yang menyejukan hatinya. Ternyata harapan itu masih ada. Maka dia mencoba merekatkan kembali puing-puing harapannya kembali untuk membangun nyali keberanian dan semangatnya lagi untuk bertemu sang rasul. Ia pikir setiap manusia memang layak mendapatkan kesempatan kedua.
Tapi ternyata ia terlambat. Ada seorang sahabat senior kembali yang mendahului geraknya untuk meminang wanita solehah itu. Dia bernama Umar Bin Khatab. Ali menelan kepahitan sekali lagi. “Apa yang kurang dari Umar?” Ia adalah lelaki yang sangat kuat imannya bahkan sampai setan yang bertugas menggodanya pun sangat takut dengannya. “Mungkin dialah orang yang dicari rasul”, kata hatinya. Sebagai seorang manusia, ia mencoba merasionalisasikan pikirannya kembali. Ya, sebenarnya itu dia lakukan agar ia bisa tenang didalam hatinya untuk tetap dapat berdzikir ikhlas kepada Allah. Tidak ada alasan untuk menolak lelaki kuat seperti diri Umar Bin Khatab.
Tapi lagi-lagi Allah berkehendak lain. Lamaran Umar pun ditolak oleh rasul. Entah si cerdas itu setengah percaya atau setengah tidak, tapi yang pasti itulah yang terjadi. Siapakah sebenarnya yang rasul cari. Apakah keimanan sang Abu Bakar dan Umar Bin Khatab beserta kekayaannya masih belum cukup bagi rasul?
Didalam kamarnya, wanita itu masih bisa tenang dan berpikir. Fatimah belum mengerti maksud ayahnya. Sudah dua lelaki soleh yang ditolak. Fatimah tidak tahu apakah ayahnya dapat membaca isi hatinya atau tidak. Ya, sebenarnya Fatimah saat ini pun memendam decak-decak kagumnya kepada seorang pemuda soleh diluar sana. Seorang pemuda yang sangat luar biasa keimanannya, yang lidahnya terus dibasahi oleh dzikir-dzikir cinta kepada Allah. Saat ini, seandainya dia mau, mungkin ia dapat dengan mudah mengisahkan perasaannya pada ayahnya yang sangat menyayanginya. Namun karena kesucian dirinya, sepenuh jiwa ia berjihad menahan perasaannya kepada pemuda yang bernama Ali Bin Abi Thalib itu.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?
Disekitar padang pasir sana masih sering terlihat Ali yang sedang merenung, namun Ali tampaknya kini sudah lebih kokoh. Walaupun ia sudah tahu bahwa Umar kini mencoba meminang diri Fatimah. Baginya, kecintaan kepada seorang insan tidak akan bisa mengalahkan rasa cinta murninya kepada Allah. Karena Allah mudah sekali membolak-balikan hati seorang hambanya. Maka tak perlulah ia terlalu gusar, karena satu yang ia fahami. Bahwa kematian, rezeki dan pasangan hidup telah diputuskan sebelum ia lahir ke bumi ini oleh pencipta dirinya.
Tampak sekawanan pemuda Anshar itu tergopoh-gopoh menuju ketempat Ali berada. Raut wajah mereka tampak senang sekali seakan-akan ingin menyampaikan kabar gembira kepada Ali. Ali mengira bahwa mereka akan menyampaikan kabar gembira bahwa rasul telah menyambut seruan Umar Bin Khatab untuk mendampingi wanita itu. Kalaupun benar kabar itu, kini ia telah siap menerima kabar itu.
“Rasul menolak pinangan dari Umar, Ali”, teman Ansharnya berkata kepada dirinya. “Ali, mungkin engkaulah yang dinanti sang Rasul”, temannya kembali menegaskan. Ali terdiam sejenak. Mungkin ia bisa senang saat ini, tapi ia masih bertanya-tanya, siapakah sebenarnya yang dicari lelaki agung itu, apakah benar dirinya. ”Ah tak mungkin”, keras hatinya. “Engkau adalah pemuda yang soleh dan selalu menjaga dzikirmu kepada Allah, mungkin rasul sangat menginginkanmu datang kepadanya”, temannya mencoba terus mendorong.
Ada celah-celah langit hatinya yang bersinar kembali, setelah awan ketidakyakinan menutupi relung jiwanya. “Inikah kesempatan keduaku?” Ali mencoba memantapkan keyakinannya kembali. Saat itu pula Ali belum yakin apakah ia akan memenuhi celah langit didalam hatinya. Namun berkat dorongan teman-teman dan kemantapan hatinya akhirnya ia temui lelaki agung itu, Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasalam.
Suasana rumah rasul hening untuk sesaat. Mungkin saat itulah yang paling mendebarkan didalam hidup Ali Bin Abi Thalib, seorang pemuda yang kini mencoba meminang diri Fatimah Az Zahra. Fatimah pun dengan segenap ketegangannya berada dibalik tabir kamarnya mendengar secara sayup-sayup percakapan mereka berdua. Tiba-tiba mulut rasul mulai mengeluarkan kata-kata “Ahlan wa Sahlan wahai Ali”. Kata-katanya cukup sampai disana. Tidak kurang dan tidak lebih. Apakah itu pertanda Iya atau Tidak itu masih belum jelas. Makna kalimat yang begitu luas seperti lautan tadi membuat Ali disana dan Fatimah didalam kamarnya tenggelam pada kebingungan.
Lambat-laun akhirnya Ali faham maksud dari sang rasul. Namun kini ia sampai pada pertanyaaan yang sangat menohok tenggorokannya. “Apakah mahar yang kau bisa berikan Ali kepada anakku Fatimah?”. Suasana menjadi hening kembali. ia coba merangkai-rangkai alasan untuk tidak menjawabnya secara langsung.
Meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Akhirnya dia hanya bisa berkata bahwa hanya baju perang tua dialah yang dapat ia jadikan mahar untuk meminang wanita yang dikaguminya itu. Dan dengan ekspresi senangnya, rasul pun mengiyakan apa yang dikatakan oleh Ali.
Dan akhirnya dua tali kekaguman yang tak tersampaikan itupun mampu terlilitkan dengan kuat dan rapi. Siapa yang mengikatnya?bukan orang tuamu, bukan sahabatmu dan memang bukan manusia yang melilitkannya. Tetapi Allah lah yang melilitkan ikatan cinta suci itu. Inilah kisah kesabaran dan ketegaran Ali, kawan. Kisah ini terus menjadi inspirasi untuk setiap insan beriman yang ingin menjaga hatinya. Betapapun kamu kagum kepada seseorang, Allah pasti tahu itu. Maka izinkanlah hatimu itu untuk menjaganya kawan.
Well, setelah beberapa hari diberi kesempatan Allah untuk banyak-banyak bedrest, buka komputer sambil tidur, ngelirik-lirik status teman-teman di FB yang lucu-lucu, nggemesin dan ada juga yang menjengkelkan... wahahaha.... iyalah, njengkelin... masa ada status FB begini : Wah, dapat mobil murah nih.. type XXX dgn harga hanya 350 juta... berhasil komen : pengen banget deh ngejitak elooo.... wakakakak... saya sirik banget yah...??? kemudian ada status FB yang gonta ganti tujuh kali dalam waktu belum 5 menit... huhuhu... Bukan si devy yaaa... dia mah memang lagi jatuh cinta... dan statusnya lagu2 cinta mulu, berubah 18 kali dalam waktu 5 menit.... xixixixi.... nggak ada kerjaan, jadi kerjaannya ngamati teman2 yang lucu2.... Selain devy ada teman yg isi statusnya : bangun pagi mesti semangat (padahal pas liat jam, di indo dah jam 6 loh... kalau saya itu mah kesiangan...) ---> again, sirik aja nih mbaca status orang bangun pagi. abis itu, satu menit berikutnya dia rubah statusnya menjadi : hmmm, sarapan roti sosis kayaknya enak deh... (bweh..hehehe...), abis itu dirubah lagi : Mau mandi dulu ah... (sempet ngakak sendiri malam-malam....) eeeehhh, akhirnya statusnya berubah menjadi : lagi sikat gigi... wakakakak.. sebelum dia menuliskan status yang macem-macem... akhirnya saya sendiri yang putus asa... OK, lupakan FB sementara... logout dah... hahahaha.... Abisnya gimana yah... awalnya saya ngerasa sayalah yang sirik atau kelebihan hormon 'jengkel' yang akhirnya jadi uring-uringan sendiri liat status begitu. I know that's everybody's right on Facebook to write down anything and everything s/he has on her/his mind. But... hiksss, come on, the idea is to show something to public, right...???? Tapi dari FB, saya tau banyak berita gembira yang saya dapat dari teman-teman. Bisa nyambung lagi dengan SA Parliani... aih... kurasa aku sudah tidak akan menemui lagi, darling... Dan ada satu lagi berita bahagia.... taunya juga dari FB juga... Rupanya, angkatan kita sedang mengalami musim hamil.... ... Ada hasyifawaty, Budi Anita, Desni, hmmm... sipa lagi yah.... ntar, buka catetan lagiii.... Selamat ya buat para BUMIL... Moga janin yang dikandungnya sehat, ibunya juga sehat hingga proses melahirkan nanti... Selain musim hamil... angkatan kita rupanya juga terkena musim PINDAHAN... Sudah banyak teman-teman yang pindah ke kota asal... Balikpapan lagi... Selamat yaaa... Seneng dapat kabar, ternyata yang pindah ke balikpapan lebih banyak dari yang pindah ke luar balikpapan... Moga pengajian alumni makin rame, makin semangat dengan aksi-aksi menggigitnya itu.... .... Apalagi yaaa.... apalagi yaaa....???? O iya... InsyaAllah, yang di Jakarta pada niat pulang ke balikpapan lebaran tahun ini dan berniat bikin reuni... Have fun dan moga sukses yaaa.... 
Pada suatu hari, seorang muda bernama Adi, Si Mesin Hitung karena ia belajar matematika memutuskan untuk meninggalkan Bhokara guna mencari ilmu yang lebih tinggi. Gurunya menasehatkan agar ia berjalan ke arah selatan, dan katanya, "Carilah makna Merak dan Ular." tentu saja anjuran itu membuat Adi berpikir keras.
Ia mengembarai Khorasan dan akhirnya sampai di Irak. Di negeri Irak, ia benar-benar menemukan tempat yang terdapat seekor merak dan seekor ular. Adipun mengajak bicara mereka. Kedua binatang itu berkata, "Kami sedang memperbincangkan keunggulan kami masing-masing."
"Nah, justru itu yang ingin kuketahui," kata Adi. "Teruskan berbincang-bincang."
"Rasanya, akulah yang lebih berguna," kata Merak. "Aku melambangkan cita-cita, perjalanan ke langit keindahan sorgawi, dan karenanya juga pengetahuan adiluhung. Adalah tugasku untuk mengingatkan manusia, dengan cara menirukan, tentang segi-segi dirinya yang tak dilihatnya."
"Sebaliknya, aku," kata Ular, sambil mendesis pelahan, "melambangkan hal itu juga. Seperti manusia, aku terikat pada bumi Kenyataan itu menyebabkan manusia menyadari dirinya. Juga seperti manusia, aku lentur, bisa berkelok-kelok menyusur tanah. Manusia sering melupakan kenyataan itu. Menurut kisah , akulah penjaga harta yang tersembunyi di bumi."
"Tetapi kau menjijikkan," teriak Merak. "Kau licik, licin, dan berbahaya."
"Kau menyebut sifat-sifat kemanusiaanku," kata Ular, "sedangkan aku lebih suka menunjukkan sifat-sifatku yang lain, yang sudah kusebut-sebut tadi. Sekarang, lihat dirimu sendiri: kau sombong, kegemukan, dan suaramu serak. Kakimu terlalu besar, bulu-bulumu berlebihan panjangnya."
Sampai disini Adi menyela, "Hanya ketidak-cocokanmulah yang telah menyebabkan aku mengetahui bahwa tak ada di antara kalian yang benar. Namun kita jelas-jelas melihat, apabila kalian sama-sama meninggalkan keasyikan diri sendiri, secara bersama-sama kalian bisa memberi pesan bagi kemanusiaan."
Dan, sementara dua pihak yang bertengkar itu mendengarkannya,Adi menjelaskan peran mereka bagi kemanusiaan: "Manusia melata di tanah bagai Si Ular. Ia bisa melayang tinggi bagai Burung. Namun, karena tamak seperti Ular, ia tetap mempertahankan kepentingan diri sendiri ketika berusaha terbang, dan mereka menjadi seperti Merak; terlampau sombong. Dalam diri Merak, kita melihat kemungkinan manusia, namun yang tidak tercapai dengan semestinya. Pada kilauan Ular, kita menyaksikan kemungkinan keindahan. Pada Merak, kita menyaksikan keindahan itu menjadi terlalu berbunga-bunga."
Dan kemudian terdengar Suara dari dalam berbicara kepada Adi, "Itu belum lengkap. Kedua makhluk itu diberkahikehidupan, yang merupakan faktor penentu. Mereka bertengkar karena masing-masing telah merasa aman dalam jenis kehidupannya sendiri, beranggapan bahwa hal itu merupakan perwujudan suatu kedudukan yang sebenarnya. Namun, yang seekor menjaga harta dan tidak bisa mempergunakannya. Yang lain mencerminkan keindahan, harta juga, namun tidak bisa mengubah dirinya sendiri menjadi keindahan. Di Samping ketidakmampuan keduanya untuk mengambil keuntungan dari kesempatan yang terbuka bagi mereka keduanya pun melambangkan kesempatan itu --tentu bagi mereka yang bisa melihat dan mendengarnya."
Catatan
Pemujaan Ular dan Merak di Irak didasarkan pada ajaran seorang Syeh Sufi, Adi, putra Musafir, pada abad kedua belas. Pemujaan itu dianggap suatu misteri oleh kebanyakan orientalis.
Kisah ini, yang tercatat dalam legenda, menunjukkan bagaimana guru-guru darwis membentuk "mazhab-mazhab"-nya berdasarkan pelbagai lambang, yang dipilih untuk memberi contoh ajaran-ajarannya.
Dalam bahasa Arab, "Merak" melambangkan juga "perhiasan;" sedangkan "Ular," memiliki bentuk huruf yang sama dengan "organisme" dan "kehidupan." Oleh karena itu perlambangan Pemujaan Malaikat Merak yang tersembunyi -Kaum Yezidis-adalah suatu cara untuk menunjukkan "Bagian Dalam dan Luar," rumus rumus Sufi tradisional.
Pemujaan itu masih ada di Timur Tengah, dan memiliki penganut (tak ada di antara mereka itu yang orang Irak) di Inggris dan Amerika Serikat.
------------------------------------------------------------ K I S A H - K I S A H S U F I Kumpulan kisah nasehat para guru sufi selama seribu tahun yang lampau oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono) Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984
[ dari milis tetangga ] - Bukankah luar biasa bahwa GEORGE CARLIN - komedian di tahun 70an dan 80an - dapat menulis sesuatu yang sangat menyentuh dan baik. Begitulah seharusnya kita, semakin tua semakin bijak.
[1] Paradoks dalam zaman di masa hidup kita adalah bahwa kita memiliki gedung-gedung yang lebih tinggi tetapi kesabaran yang pendek, jalan bebas hambatan yang lebih lebar tetapi sudut pandang yang lebih sempit.
[2] Kita mengeluarkan uang lebih banyak, tetapi memiliki lebih sedikit; kita membeli lebih banyak, tetapi menikmati lebih sedikit.
[3] Kita memiliki rumah yang lebih besar dan keluarga yang lebih kecil, lebih nyaman, tetapi waktu yang lebih sedikit.
[4] Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi logika yang lebih sedikit; lebih banyak pengetahuan, tetapi penilaian yang lebih sedikit; lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah; lebih banyak obat-obatan, tetapi kesehatan yang lebih sedikit.
[5] Kita minum dan merokok terlalu banyak, meluangkan waktu dengan terlalu ceroboh, tertawa terlalu banyak, menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu larut, bangun terlalu lelah, membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak, dan berdoa terlalu jarang.
[6] Kita telah melipatgandakan barang milik kita, tetapi mengurangi nilai kita.
[7] Kita terlalu banyak berbicara, terlalu jarang mencintai, dan terlalu sering membenci.
[8] Kita telah belajar bagaimana mencari uang, tetapi bukan kehidupan..
[9] Kita telah menambah tahun-tahun dalam hidup kita, tetapi bukan kehidupan dalam tahun-tahun tersebut.
[10] Kita telah mencapai bulan, tetapi memiliki masalah dalam menyeberang jalan dan menemui tetangga baru.
[11] Kita telah mengalahkan luar angkasa, tetapi bukan dalam diri kita.
[12] Kita telah melakukan hal-hal besar, tetapi bukan hal-hal yang lebih baik.
[13] Kita telah membersihkan udara, tetapi mengotori sang jiwa.
[14] Kita telah mengalahkan atom, tetapi bukan rasa diskriminasi. [15] Kita menulis lebih banyak, tetapi mempelajari lebih sedikit. Kita berencana lebih banyak, tetapi mencapai lebih sedikit.
[16] Kita telah belajar untuk terburu-buru, tetapi bukan menunggu. Kita membuat lebih banyak komputer untuk menampung lebih banyak informasi, menghasilkan fotocopy yang lebih banyak, tetapi kita berkomunikasi semakin lebih sedikit.
[17] Ini adalah zaman dimana makanan siap saji dan pencernaan yang lambat, orang besar dengan karakter yang kecil, keuntungan yang tinggi dan hubungan yang renggang.
[18] Ini adalah zaman dimana ada dua penghasilan tetapi lebih banyak perceraian, rumah yang lebih mewah tetapi keluarga yang berantakan.
[19] Ini adalah zaman dimana perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai buang, moralitas yang mudah dibuang, hubungan satu malam, berat badan berlebihan, dan pil-pil yang melakukan segalanya dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh.
[20] Ini adalah zaman dimana banyak barang di etalase showroom dan tak ada stok dalam ruang persediaan. Zaman dimana teknologi dapat menyampaikan surat ini kepada Anda, dan zaman dimana Anda dapat memilih apakah Anda akan berbagi renungan ini, atau hanya tekan "hapus".
[21] Ingatlah, luangkan lebih banyak waktu dengan orang yang Anda kasihi, karena mereka tidak akan ada selamanya.
[22] Ingatlah, ucapkan kata yang baik kepada orang yang memandang Anda dengan ketakutan, karena si kecil tersebut akan segera tumbuh besar dan meninggalkan Anda.
[23] Ingatlah, beri pelukan hangat kepada orang di sisi Anda, karena itulah satu-satunya harta yang dapat Anda berikan dengan hati dan tidak membutuhkan biaya.
[24] Ingatlah, katakan "saya menyayangimu" kepada pasangan Anda dan orang yang Anda kasihi, tetapi dengan penuh makna. Ciuman dan pelukan akan memperbaiki luka ketika dilakukan dari lubuk hati yang paling dalam.
[25] Ingatlah, bergandeng tangan dan nikmati saat itu karena suatu hari orang tersebut tidak akan ada lagi.
[26] Berikan waktu untuk mencintai, berikan waktu untuk berbicara! Dan berikan waktu untuk berbagi pikiran-pikiran yang berharga di benak Anda.
[27] DAN INGATLAH SELALU: Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas kita, tetapi oleh saat-saat yang menghabiskan nafas kita.
-- jazakillah khoir tulisannya... darling --
Ngelink dari SINI Buat rekan-rekan alumni semua, fenomena curhat memang luar biasa akhir-akhir ini. Pilih-pilih teman curhat sekaligus teman yang mau curhat, boleh saja. Karena kita tidak ingin tertipu dengan curhatannya sekaligus hasil curhatan kita aman tidak ada yang tau. Benar kata mbak Trully (dari komen), curhat di MP lebih aman... hehehe... ----------------------------------- Fenomena " Teman Tapi Mesra " ( TTM ) tampaknya makin in di kalangan perempuan bekerja. Di tengah stress pekerjaan yang tinggi, komunikasi dengan suamipun terbatas hanya membahas hal-hal penting saja, misalnya soal anak atau keperluan rumah tangga. Disisi lain , kebutuhan perempuan untuk mengungkapkan perasaan lebih besar dari pada laki-laki. Masalahnya, bagaimana jika mereka curhat kepada kolega leklaki ? mungkin tidak masalah selama hubungan itu murni berteman. tetapi pertanyaannya betulkah lelaki dan perempuan bisa murni berteman tanpa melibatkan perasaan ?
Bahaya Curhat....
Rata - rata, perselingkuhan dimulai dari curhat sebagai sahabat. Awalnya sekedar makan siang bareng, curhat soal pekerjaan kemudian makin akrab dan menjurus kepada hal-hal pribadi. Kenyataannya curhat bisa berdampak kalau dosisnya berlebihan dan berkembang menjadi obrolan mesra. Salah satu indikator" bahayanya" adalah adanya rahasia dimana teman perempuan dan lelaki itu mulai "sembunyi - sembunyi" dari pasangan untuk berkomunikasi atau tertemu. Kondisi ini cendrung di dukung kecanggihan teknologi yang memungkinkan komunikasi tanpa batas, seperti sms (sering diplesetkan "sarana mudah selingkuh") atau chatting lewat internet.
Kondisi inilah yang menjadi cikal bakal timbulnya emotional affair atau sebut saja selingkuh hati. Pakar masalah perselingkuhan, psikolog Dr.Shirley P.Glass dalam bukunya Not Just Friends : Protect Your Relationship from Ifidelity and Heal The Trauma of Betrayal mengatakan bahwa selingkuh hati terjadi karena kita merasa memiliki chemistry dengan lelaki selain pasangan. Dan pada prakteknya selingkuh ini belum tentu selalu mengarah ke pada hubungan seks.Tetapi kenikmatan dan sensasi yang ditimbulkan sama dashyatnya seperti kita melakukan hubungan intim sehingga kemudian diistilahkan dengan head sex.
Menurut psikolog Ira Petranto, selingkuh hati biasanya berdampak lebih beratbagi perempuan. Merka sibuk berkhayal hidup bersama soulmate, sehingga tidak sadar bahwa intensi para lelaki dalam membina hubungan dengan sahabat perempuan belum tentu berhenti sebagai teman curhat.Biasanya pria punya hidden agenda yang ujungnya di tempat tidur. Dan kalau ini sudah terpenuhi, gairah affair pun bisa mereda.Sementara pada perempuan semakin terlibat emosi, semakin sulit melepaskan dan tumbuh rasa ingin memiliki, akibatnya sebagai perempuan terjembak dalam hubungan tanpa status.
A Weak Up Call
Lalu, bagaimana seandainya anda sudah terlibat selingkuh hati ?" Apakah saya harus mengakui kepada pasangan atau lebih baik diam ?" Jawabanya : tergantung situasi dan niat. Menurut Ira, sebaiknya anda memilih untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan dan bertahan pada perkawinan anda.
Jika memilih untuk mengakhiri hubungan dengan TTM langkah pertama adalah menghentikan semua bentuk tindakan yang menunjukkan kasih sayang seperti : ngobrol mesra atau janji kencan.Lalu bicara hati ke hati dengan pasangan. Tetapi ketika melakukan " pengakuan dosa" sangat penting untuk mempertimbangkan moment yang tepat dan kesiapan mental pasangan agar tidak menimbulkan masalah baru. Diharpakan kedua belah pihak saling intropeksi diri dan mencari kesepakatan baru.
Selingkuh hati bisa merupakan a wake up call, agar anda menyadari ketidakberesan dalam perkawinan anda karena terlalu sibuk bekerja atau jenuh dengan keruwetan urusan rumah tangga. Untuk itu, kata Ira, ciptakan kebersamaan dan keterbukaan dengan pasangan setiap saat. Tidak ada salahnya kalau anda meluangkan waktu sejenak sepulang kantor ngobrol santai sambil nonton TV atau bercanda dengan anak dan istri. Hal yang perlu di sadari, selingkuh apapun jenisnya hanyalah pelarian sesaat dan tidak menyelesaikan masalah. Bahkan akan berujung menyakitkan hati, apakah itu pasangan anda, pasangan orang lain atau diri sendiri . Jadi kalau tidak siap " TERBAKAR " lebih baik jangan "BERMAIN API ".
Sumber : diambil dari mailist tetangga. Matur nuwun nggih pak...
Baru saja ada 'beberapa' sahabat lama melayangkan suratnya. Mereka protes dengan 'kemandulan' dan 'mati suri'-nya MP alumni ini. Dulu, setiap bulan selalu ada saja tulisan atau kabar apa saja yang masuk. Entah tentang alumni yang satu angkatan ataupun seluruh angkatan. Semua menjadi informasi dan patokan semua alumni yang ingin tau tentang kabar sekolahnya dulu. Terima kasih yaa... untuk perhatiannya juga semua kritik-kritiknya yang masuk lewat FB, PM MP ataupun email. ternyata, MP sederhana yang saya buat ini bisa juga menjadi perhatian rekan-rekan semua sekaligus memacu hati tuk bisa menyambung silaturrahmi kembali. Lewat media MP, FB sekaligus mailing list. Untuk diketahui rekan-rekan semua, Admin mailing list alumni khusus angkatan 93 saat ini diamanahkan pada Erianto Rachman dan ownernya adalah Yudith Prasetyo. Mailing milist ini adalah yang kedua, tidak ada maksud untuk membuat saingan mailing list alumni saingan dengan yang pertama kali dibuat Arie Setiawan dan ownernya Handriyono. Tapi, karena baik Arie dan Handriyono sama-sama lupa password, jadilah mailing list kedua pun dibuat. Dan untuk admin MP adalah Ita Ari, tidak menutup kemungkinan kami sebagai admin bisa meminta siapa saja yang punya waktu agak luang dan bisa membantu menyambung silaturrahmi lewat media internet. Terus terang, saya sudah mengajak beberapa rekan untuk bisa bareng-bareng 'mengisi' MP alumni ini. Salah satunya, saya menggaet beberapa alumni yang saat ini berdomisili di Balikpapan, yang otomatis tau betul perkembangan berita bahkan gosip terbaru tentang kegiatan sekolah adik-adik kelas bisa diposting di MP ini. Kendala yang kami hadapi saat ini, rekan yang tinggal di Balikpapan adalah seorang aktivis yang sangat sibuk dengan berbagai macam kegiatan rutinitas di rumah dan di luar rumah, dan mohon dimaklumi, listrik di Balikpapan saat ini masih seperti dulu... sering matinya. Kondisi ini masih bisa disiasati dengan beberapa rekan lain yang sempat saya tarik tuk membantu. Tapi, ternyata... beliau-beliau sangatlah sibuk dengan usahanya masing-masing. Sudah pasti, pada akhirnya, admin MP ini pun kembali berada di pundak seorang ibu rumah tangga, Ita Ari (panggilan kesayangan teman2 semua) :D Tapi tetap saja, ada kurang lebihnya seorang Ita. Sekali lagi... mohon dimaklumi... Dengan segala kerendahan hati... Ita mohon maaf atas kemandulan dan 'mati suri'nya MP kita tercinta selama beberapa minggu ini. Terima kasih untuk semua kritik dan saran yang sudah masuk... Mohon, tetap, ingatkan kami para admin jika kami berjalan di jalur yang salah. Salam ukhuwah, Ita
Baru saja diberi kesempatan untuk menengok salah satu kota besar di Inggris Raya, Birmingham. Subhanallah.... Anda pasti terpukau dengan pemandangan seperti di foto ini. Bisa dilihat... Sederet makanan produk Indonesia berbasis udang dan ikan yang sudah diolah. Lengkap dengan sertifikasi HALAL dari MUI. Allahu Akbar...!!!! Ternyata... disela-sela keruwetan yang ada di negeri kita, sedikit demi sedikit akan kita temukan bahwa di antara sebagian rakyat yang sudah pesimis dengan pemimpin negeri, masih ada yang tetap semangat tuk meraih bangkitnya bangsa kita. Yuk... jangan sia-siakan kertas pemilu terbuang percuma. Jangan apatis dengan negeri ini... Bendera negeri kita masih layak untuk berkibar di langit. Biarlah... waktu yang akan berbicara... harum di dunia belum tentu harum di langit. Cantik di dunia belum tentu cantik di langit.... Mantapkan hati, pilih yang terbaik tuk bangsa ini. Jadilah bagian dari barisan orang-orang yang terus bergerak, dan tidak menjadi komentator atas setiap peristiwa. Negeri kita perlu orang-orang kreatif, bukan tukang komen. Biarkan dan tinggalkan saja orang-orang selalu berkata-kata di belakang kita-kita yang selalu bergerak dengan tidak putus-putusnya. Allah Maha Adil, tidak akan mengurangi sedikitpun jatah rejeki dan usia manusia di atas bumi. Harapan itu selamanya tetap masih ada... Bangkitlah kawan... Kita akan melihat keringat dan jerih payah kita dengan senyum keikhlasan... Kuperuntukkan buat : teman-teman yang sudah mulai tidak percaya lagi dengan peran sebagian kecil manusia yang duduk di parlemen, yang selalu berjuang tuk keadilan bangsa ini... Percayalah, tanpa peran serta kalian, negeri ini bukan apa-apa... dari yang masih peduli dengan bangsa sendiri....membisu sambil menengadah berdoa tuk perubahan negeri ini. Sambil mikir, kira-kira produk apalagi dari Indonesia yang bisa mendunia...^_____^...
Taman punya kita berdua Tak lebar luas, kecil saja Satu tak kehilangan lain didalamnya Bagi kau dan aku cukuplah Itu penggalan puisi Chairil Anwar, 1943, tentang rumahnya yang disebut taman. Taman hati. Taman hidup. Sempit ruangnya. Tapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. Cinta membuatnya nyaman dihuni: Kecil, penuh surya taman kita Tempat merenggut dari dunia dan manusia Kenyamanan. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta: maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa, sambil tetap merasa aman dan teduh. Cinta menciptakan kenyamanan yang bekerja menyerap semua emosi negatif masuk kedalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Luka-luka emosi yang kita alami di sepanjang jalan kehidupan ini hanya mungkin di rawat di sana: dalam rumah cinta.
Dalam rumah cinta itu kita menemukan system perlindungan emosi yang ampuh. Mary Carolyn Davies mengungkapkannya dengan manis: Ada sebuah tembok yang kuat Di sekelilingku yang melindungiku Dibangun dari kata-kata yang kau ucapkan padaku Jiwa yang terlindungi akan cepat bertumbuh dan berbuah. Sederhana saja. Karena hakikat cinta selamanya hanya satu: memberi. Memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa. Melalui tatapan mata, kata atau tindakan. Jika kita terus menerus memberi, maka kita akan terus menerus menerima. Pemberian jiwa itu memberikan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. Seperti pohon: pada mulanya ia menyerap matahari dan air, untuk kemudian mengeluarkan semua kebajikan yang ada didalam dirinya: buahnya, keindahannya. Dalam rumah yang penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekuatan untuk terus bertumbuh. Itu sebabnya rumah yang begitu menghadirkan surga dalam kehidupan kita. Rumah itu pasti utuh. Dan abadi. Adakah doa cinta yang lebih agung daripada apa yang diajarkan sang Rasul kepada kita di malam pertama saat kita meletakkan dasar dari hubungan jiwa yang abadi? Letakkan tangan kananmu diatas ubun-ubun istrimu, lalu ucapkan do’a ini dengan lembut: Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan perempuan ini Dan semua kebaikan yang tercipta bersama penciptaannya. Sumber : Buku Serial Cinta, Anis Matta Bab : Di rumahku Ada Surga
Dua orang pemuda tampak berdiskusi di sebuah mulut gua. Sesekali, mereka memandang ke arah dalam gua yang begitu gelap. Gelap sekali! Hingga, tak satu pun benda yang tampak dari luar. Hanya irama suara serangga yang saling bersahutan. “Guru menyuruh kita masuk ke sana. Menurutmu, gimana? Siap?” ucap seorang pemuda yang membawa tas besar. Tampaknya, ia begitu siap dengan berbagai perbekalan. “Menurut petunjuk guru, gua ini bukan sekadar gelap. Tapi, panjang dan banyak stalagnit, kelelawar, dan serangga,” sahut pemuda yang hanya membawa tas kecil. Orang ini seperti punya kesiapan lain di luar perbekalan alat. “Baiklah, mari kita masuk!” ajaknya sesaat kemudian. Tidak menyangka dengan ajakan spontan itu, pemuda bertas besar pun gagap menyiapkan senter. Ia masuk gua beberapa langkah di belakang pemuda bertas kecil. “Aneh!” ucapnya kemudian. Ia heran dengan rekannya yang masuk tanpa penerangan apa pun. Dari mulai beriringan, perjalanan keduanya mulai berjarak. Pemuda bertas besar berjalan sangat lambat. Ia begitu asyik menyaksikan keindahan isi gua melalui senternya: kumpulan stalagnit yang terlihat berkilau karena tetesan air jernih, panorama gua yang membentuk aneka ragam bentukan unik, dan berbagai warna-warni serangga yang berterbangan karena gangguan cahaya. “Aih, indahnya!” gumamnya tak tertahan. Keasyikan itu menghilangkannya dari sebuah kesadaran. Bahwa ia harus melewati gua itu dengan selamat dan tepat waktu. Bahkan ia tidak lagi tahu sudah di mana rekan seperjalanannya. Ia terus berpindah dari satu panorama ke panorama lain, dari satu keindahan ke keindahan lain. Di ujung gua, sang guru menanyakan rahasia pemuda bertas kecil yang bisa jauh lebih dulu tiba. “Guru…,” ucap sang pemuda begitu tenang. “…dalam gelap, aku tidak lagi mau mengandalkan mata zhahir. Mata batinkulah yang kuandalkan. Dari situ, aku bisa merasakan bimbingan hembusan angin ujung gua, kelembaban cabang jalan gua yang tak berujung, batu besar, dan desis ular yang tak mau diganggu,” jelas sang pemuda begitu meyakinkan. ** Ada banyak “gua” dalam hidup ini. Gua ketika seseorang kehilangan pekerjaan. Gua di saat gadis atau lajang terus-menerus tertinggal peluang berjodoh. Gua di saat orang alim menjadi sulit dipercaya. Gua ketika bencana begitu buta. Dan, berbagai “gua” lain yang kadang dalam gelapnya menyimpan seribu satu keindahan yang membuai. Sebagian kita, suka atau tidak, harus menempuh rute jalannya yang gelap, lembab, dan penuh jebakan. Sayangnya, tidak semua kita mampu menyiapkan bekal secara pas. Kita kadang terjebak dengan kelengkapan alat. Dan, melupakan bekalan lain yang jauh lebih jitu dan berdaya guna: kejernihan mata hati. Mata hatilah yang mampu menembus pandangan di saat “gelap”. Mata hatilah yang bisa membedakan antara angin tuntunan dengan yang tipuan. Kejernihannya pula yang bisa memantulkan ‘cahaya’ yang sejati. (mnuh) Judul asli : GUA sumber : http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/gua.htm
OK deh, setelah posting2 tentang kenangan masa lalu di mailing list... sekarang dah waktunya back to reality, begitu kata yuni... Bolehlah kita lupa sejenak dengan kesibukan sekarang, berwisata menelusuri kembali kenangan masa lalu yang indah, tapi... keep stay in the right line. Usia sudah nggak bisa menipu... Masa lalu hanya jadi bayangan yang sudah terlewati... Sekuat apapun kita... seperkasa apapun kita... kita tidak akan bisa kembali mengulanginya... Yuk friends... tetap pandang masa depan bersama para belahan hati kita. Yakinlah... bahwa kita bisa bersama-sama belahan jiwa kita, tuk meraih bintang dengan pilihan yang indah... Love you coz Allah, friends... -------------------------- Tulisan dari pak Gaw, begitu panggilan beliau... DIALOG DUA DIRI Pengalaman pahit masa lalu, sakit hati yang tak kunjung hilang, atau rasa kecewa yang tak pernah bisa kompromi untuk menyingkir dari bilik hati, senantiasa menjadi beban dalam hidup ini. Bahkan, tak jarang seseorang membawa-bawa beban ini sepanjang hidupnya, kemana pun ia pergi, saat terpejam terlebih di saat sadar. Bayang-bayang orang-orang dari masa lalu yang pernah membuat hati tertusuk, tak pernah lenyap. Padahal segala upaya sudah dicoba untuk melupakannya, tetapi masih saja terus menggerayangi dan begitu dekat.
Benarkah? benarkah telah benar-benar ingin melupakannya? Sudahkah kita melakukan cara yang benar untuk mengusir bayang-bayang masa lalu, sakit hati dan kekecewaan yang tak pernah bisa terlupakan? Jangan-jangan kita hanya berteriak "pergiii hai sakit hati..." Tetapi sesungguhnya kita tak mengizinkannya pergi. Kok bisa? ya karena yang meminta pergi hanya mulut ini, dan bukan hati.
Tahukah kawan, sakit hati, kecewa, perasaan bersalah, iri, kesal, benci, dan lain sebagainya itu muncul lantaran ego menstimulus otak ini untuk kemudian menyimpulkan bahwa keadaan ini sebagai masalah. Persepsi yang muncul setelah dipengaruhi ego jelas-jelas menyatakan, bahwa keadaan yang tengah menimpa diri kita adalah masalah besar. Sehingga terus menerus pikiran ini terfokus pada dua hal; menghadapi masalah dan orang yang kita anggap telah menimbulkan masalah tersebut.
Padahal, boleh jadi kesimpulan yang diambil oleh otak -setelah dipengaruhi ego- itu hasil pembelajaran alam bawah sadar kita, berdasarkan pengetahuan yang keliru, kebiasaan lama yang salah namun terus menerus diulangi, lingkungan yang salah, bahkan bentuk kewajaran publik dan sejarah. Misalnya, kita kerap menganggap sesuatu pantas dikerjakan lantaran banyak orang mengerjakannya, atau melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman dan kebiasaan. Boleh jadi kebiasaan lama itu tak tepat, namun karena sudah biasa dan terus menerus dilakukan, maka terciptalah sebuah pembenaran. Dan seringkali kondisi semacam ini dijadikan referensi untuk mengambil kesimpulan, bahkan keputusan. Termasuk kesimpulan yang diambil oleh otak ini untuk mengatakan suatu keadaan itu sebuah masalah atau bukan.
Sadarilah, kita tidak sendirian menjalani kehidupan. Dalam diri juga masih terdapat sesosok yang bernama 'hati nurani' Jadi, lakukanlah dialog dua diri, Antara 'AKU' dan hati nurani. Aku yang dimaksud disini lebih diartikan sebagai ego, dan ego inilah yang sering mengklaim paling memiliki diri kita. Padahal, hati nurani jauh lebih dalam bersemayam dalam diri dan semestinya hati nuranilah yang lebih dominan menjalani hidup kita. Atau lebih tepatnya, kita mengizinkan hati nurani mengambil peran lebih dalam diri kita, untuk merencana, mengambil sikap, membuat keputusan, dan menentukan kemana arah akhir hidup kita.
Masalahnya, selama ini ego-lah yang terus menerus mendominasi diri. Hati nurani biasanya lebih berperan layaknya pahlawan kesiangan yang muncul belakangan, tepat satu langkah di belakang penyesalan. Coba ingat lagi, biasanya kebenaran dan kesadaran dari nurani baru muncul setelah kita menyesal telah melakukan sebuah kesalahan. Dimana ego pada saat itu? ia bersembunyi, menciut dan malu menampakkan dirinya. Setelah itu, barulah mulut ini berkata, "bodohnya..."
Melakukan dialog dua diri, antara ego dan hati nurani tidak sedang bicara kalah atau menang. Sebab, seringkali hati nurani begitu mudah terkalahkan. Karena ego tidak datang sendirian, ia seringkali ditemani oleh kawan-kawannya antara lain, nafsu, ambisi, keserakahan, dan ketidakpuasan. Karenanya, dialognya hanya berupa penyelarasan mana yang lebih baik untuk diri ini.
Tetapi, sungguh sulit nian melakukannya. Sekali lagi, bahkan barusan saja hati nurani ini terkalahkan oleh ego. Saat seperti ini -dan kita akan selalu menemui kondisi ini- yang kita butuhkan adalah Allah. Agar Dia senantiasa menunjukkan jalan yang lurus, jalan yang pernah ditunjukkan kepada orang-orang yang telah diberi-Nya nikmat dan bukan jalan orang-orang yang sesat.
Jujur... ada apa ya dengan angkatan 93 ini... weqeqeq.... kok tiba2 hampir barengan terkena virusnya. Yang ngaku nih baru Eri... Bisa ditebak bagaimana respon teman2 lainnya. RAMEEEEEE...... Saling tunjuk sana sini untuk mengaku juga pada akhirnya. Ri, diposting disini ya tulisannya...  -------------------- Hi guys, Seperti biasa, gw lagi terserang rasa kangen hebat nih... Salah satu sifat gw yang ga bisa dihindari... reminiscing... mengenang masa lalu... Banyak moment-moment yang ga bakal terlupakan. Walaupun sebuah moment hanya berlangsung beberapa detik. Sayang sekali dulu belum mada henpon dan plus kamera digital. Kalu ada pastinya selalu gw abadikan setiap moment-moment berharga itu. Treasure moments... Oh my! I am being melancholic now.... I am traveling to the past.... Saat email ini gw tulis, gw sambil mendengar lagu lama yang bikin gw seperti kembali ke masa lalu. gw kangen adek gw. gw kangen rumah lama gw di jl. karimata. gw masih inget suasananya. aroma udara, bisingnya jalan 'melawai' di sebelah kamar gw. gw inget banget Donny Caesar, Yudhi, Yudith, nongkrong bareng2 sore2 di depan rumah. Temen2 nari sejak kelas 1 SMA... temen2 pramuka SMP, oh my.... sahabat2 gw.. Tom, Glenn loe masih inget kan ngejual komik Tapak Sakti ke gw setiap minggu? kita baca tuh bareng si Ical. Rumah ga pernah sepi. semua temen deket selalu ada. kita makan bareng, bergadang bareng, ngeband... kalo bosen ngacir ke terminal rasa makan coto makasar. Atau nasi goreng di depan hotel balikpapan. "Men in Hearts" huehuehuehuehue... inget ga Glenn? heheh... salah satu yang masih suka bikin gw ketawa sendiri adalah, suatu hari gw lagi tidur siang. tapi gw dibangunkan oleh suara 'klek, klek, klek' berisik banget. Eh taunya si Junit lagi ngerekam (aka ngebajak) kaset di kamar gw, sambil bersandar di tempat tidur, tepat deket kepala gw. Tau' kapan dan dari mana tuh anak masuk... udah 2 kaset aja abis dia bajak.... sambil ngunyah camilan pula.... hihihihihi..... Yang jelas ga bisa ngelahin telaten-nya tuh anak kalo ngikutin cerita silat... sekali nyewa kaset video silat bisa puluhan... kekekeke.. tapi nontonnya di rumah gw. kakakaka... Ngalamin masa pacaran... sambil menjadi saksi sahabat yang juga melakukannya. Saling membantu cari alasan ke ortu kalo mau ngapel. hehehe... ngakunya ketemu Glen dan Ical... bener sih.. tapi rute beda dikit ga apa2 lah... Harap dikoreksi kalo salah ya, Yun? :-D hihihihihi Tina, sang juru rias penari Studio 73... masih inget ga? Kalian sadar ga sih bahwa semua itu ga bisa diulang lagi? bahkan sedetik pun ga bisa... baek atau badung-nya kita dulu, tetap aja waktu jalannya maju. masa2 SMP gw menyenangkan. gw bisa kenal Yuni, Tom, dll. masa2 SMA gw juga menyenangkan... seperti prasasti yang di-tatah sangat dalam... ga mungkin terlupakan oleh waktu... My time machine is still here... I am about to move to another time... Are you coming with me? "Please Come Back" enjoy the song...
Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan diri kita. Suatu saat kita ingin memberikan yang terbaik buat orang-orang yang ada di sekitar kita Bila kita mengingatnya, di waktu itu pula kita mengoptimalkan seluruh kemampuan yang ada. Kita rela bersusah payah, kita ikhlas untuk bekerja keras dan kita luangkan waktu kita untuk sekedar memenuhi hasil-hasil yang optimal yang akan kita berikan ke orang lain,... sudah sempurnakah kita...? kita akan mendengar jawabannya dari reaksi orang2 yang ada di sekitar kita beberapa dari mereka tersenyum kepada kita dan menyampaikan “wah ...terima kasih ya..” namun tidak sedikit yang memilih lebih banyak mengomentari hasil kerja keras kita “kurang rapi..!, Kurang jelas..! atau kurang ini..kurang itu.... dan sejenisnya“ Kata-kata itu meluncur cepat, menghapus segara harapan positif yang ada dalam diri kita Tubuh kita serasa tidak bertenaga, wajah merah padam menahan malu atau jantung berdegup kencang karena emosi yang sebentar lagi mau meledak... Mundurkah kita..? Sakit hatikah kita..? Putus asakah ...? Bila kita mengharapkan penilaian sempurna dari orang lain maka kita akan pulang dengan membawa tiket 3 kalimat di atas. Namun jika kita memahami bahwa kita tidak sepatutnya sempurna dan begitu pula orang-orang yang ada di sekitar kita maka semuanya akan segera teratasi Kita harus sadar bahwa kita hanya bisa menjadi lebih baik namun jauh dari sempurna Kita hanya bisa memberikan yang terbaik dari diri kita bukan yang terbaik menurut versi orang lain. Oleh karena itu ketika ada harapan ideal kita yang tidak terwujudkan... Atau ada hasil kerja lembur kita yang tidak dihargai.. Maka tersenyumlah yang selebar-lebarnya...tarik nafas dalam-dalam ....dan kuasai segala bentuk emosi dalam diri kita.. Kemudian sampaikan “ maaf, kira-kira yang mana yang perlu diperbaiki..’” Seketika itu pula orang yang ada di depan anda menjawab “yang ini lho mas..sebenarnya seperti ini..” Lihatlah sama-sama kritikan, sama-sama kurang sreg dengan hasil yang kita lakukan Namun bentuknya berbeda,, Lebih bekerjasama, lebih halus didengar, lebih sopan, lebih solutif dan lebih bersahabat. Apa yang mengubahnya..? Jawabannya hanya di cara pandang kita Keinginan untuk belajar tidak mengharapkan yang sempurna akan lebih membawa kita pada emosi positif. Emosi positif yang akan direspon oleh orang disekitar kita untuk juga menanggapinya dengan emosi positif. Raut wajah yang bersahabat, posisi tubuh yang rileks bahkan intonasi suara yang berusaha disamakan dengan diri kita Mulai saat ini katakan pada dunia ..kita bukan orang yang sempurna,..kaupun bukan yang sempurna ..kita hanya bisa lebih baik..lebih baik dan lebih baik. Judul asli : Tidak Bisa Menjadi Sempurna kiriman : havabe Apa kabarnya teman2 semua... dah lama nggak ngisi MP ini. Biasa... sibuk .
Sebenarnya satu yang mau saya posting dari dulu, tentang reunian type angkatan saya sendiri (ya iyalaaahhh.... ). Jujur, saya salut dengan ide salah satu member angkatan 93 yang tinggal di Balikpapan. Bermula dari kumpul-kumpul rutin yang diadakan oleh bapak-bapak, yaitu olah raga futsal bareng... Nah, Ibu-ibunya nggak mau kalah.... bukan ibu-ibu aja ding... Yang wanita, muslimah... baik single ataupun yang sudah menikah... mengadakan pengajian yang awalnya diadakan 3 bulan sekali kalau nggak salah. Selanjutnya... tararara... ternyata rasa rindu untuk sekedar bertemu sekaligus mendengar tausiyah bareng-bareng pun mengalahkan segalanya... Jadi jadwal final akhirnya dibuat sebulan sekali saudara-saudara... hebat khan !!! Yang datang memang nggak banyak. Berapa sih alumni yang masih stay di Balikpapan...??? Juga, karena acaranya saat weekend, jadi maklum kalau keluarga membutuhkan ibu-ibu untuk stay bersama mereka. Jadi, kadang begitu si A datang, si B nggak datang. Begitulah bergantian... Tapi, jelas rame bangettt... Yang pasti, acara reuni yang dibuat tema pengajian seperti ini, jauh lebih bermanfaat daripada reuni yang hanya kumpul-kumpul, makan dan pulang yang hanya membawa catatan alamat teman. (sorrrrrrrrrryyyyy.... jangan ada yang tersinggung yah). Masing-masing angkatan punya ciri khas sendiri-sendiri, boleh khan...???? Salut buat Handriyono dan Arie Setiawan yang masih mau disibukkan dengan acara ibu-ibu ini.. Pasti isteri2 kalian selalu bilang : Kau tau apa yang kumau... weqeqeqeq... Sering-sering ya pak...  So, buat para alumni smansa 93 yang ada di balikpapan... silakan... jikalau ada waktu dan kesempatan, datang dan yuuuk, sama-sama mencari ilmu dalam majelis itu, yang sepakat kami namakan dengan Liqo akhwat alumni SMANZA angkatan 93. Datang yah teman-teman... banyak loh yang merindukan kehadiran kalian.... (termasuk yang nulis, hiksss) Buat para alumni yang di jakarta dan di kota lain... kapan bisa mengikuti jejak kawan-kawan kita yang di Balikpapan nih ??? Patut ditiru loh... O iya... suatu saat nanti, kita buat pengajian keluarga aja kali yah....???? Masalah kepanitiaan... beressss.... kan ada kakak dan adik kelas yang ngintip-ngintip MP ini ...(kena deeeehhh !!!!) Semoga suatu saat alumni 93 bisa membuat kajian/seminar online yah... aiiih, sapa ya yang mau menyumbang server tangguh yang mampu menampung semua member ??? (ngelamun) Keterangan foto dari kiri-belakang (arah jarum jam) : Yuni, Virna, Ika, Midah, Faurina, Ayuning dan Yulia
Menjadi elang lah dengan segala kejantanan nya,meski itu tak mudah. Sebab ia harus melanglang buana untuk mengenal medan nya,meski ia harus melayang tinggi menembus langit biru. Sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru. Sebab ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh. Sebab ia hrus kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya. Sebab ia harus menukik tajam mencengkeram mangsanya. Sebab ia harus menjelajah cakrawala dengan kepak sayap yang membentang gagah.. Menjadi melati lah, meski tampak tak bermakna, sebab ia menebarkan wangi tanpa minta balasan. Sebab ia tiada takut dngn terpaan angin meski kecil. Sebab ia tak takut dengan hujan yang membuatnya basah. Sebab ia tak pernah iri melihat bunga matahari yang tinggi menjulang, yang tiada malu melihat anggrek yang anggun. Sebab ia tak gentar layu karena faham hakekat dirinya. Menjadi apapun dirimu, bersyukurlah selalu.... Sebab kau yang paling tahu siapa dirimu. Sebab kau yakin kekuatanmu. Sebab kau sadari kelemahanmu. Sumber : sms dari teman pagi ini... (panjang yah hehehe)
 All new and Expanded for Photoshop CS4 Get ready for a learning adventure like never before! Learn the secrets of the pros from an award-winning expert who has excelled in the field and understands your needs and deadlines. In a warm conversational style, Colin clearly explains what you need to know without using empty jargon. You can use these techniques with confidence, knowing that these are the latest industry strength methods that produce professional results. All the new features of CS4 are covered in depth. If you are new to Photoshop, and old-hand or someone looking to learn the "correct" way of doing things, look no further. Watch over Colin's shoulder as he demystifies Photoshop CS4. You'll learn all the shortcuts, tips and tricks from a true expert. Do you ever get frustrated with tutorials that don't work in the real world? In many cases Colin shows you multiple methods so that you can choose the one that's best for your photo. This is not like other training videos. The techniques aren't from a classroom bubble. This is what works today in the real-world. There are no monotone presentations with boring uninspiring images. You'll learn tons, you'll have fun and most of all you'll be inspired. See why millions of people are passionate about PhotoshopCAFE training. (7,000,000 to date). This fast loading DVD ROM contains over 6 hours of brand new sharp video. The advanced interface allows the user to instantly jump to any of the 49 lessons with complete control over the playback. All the lesson files are included, so you can follow along at your own pace! If you are a photographer, designer, hobbyist, anyone who works with images, beginner to professional, this Disk is for you! Publisher: Photoshop Cafe Author: Colin Smith Format: FlashSpecs: This fast loading DVD ROM contains over 6 hours of sharp 960 x 600 wide-screen video. The advanced interface frees you up, instantly jump to any of the lessons with complete control over the playback. All the lesson files are included, so you can follow along at your own pace! Min. System requirements: PC: 700Mhz Pentium Windows 98, 2000, XP. MAC: G4: OSX. 10.4 DVD Rom and Speakers Min Resolution: 1024 x 768 Resized screenshot:  DL : http://rapidshare.com/files/160248063/VT01.part01.rar http://rapidshare.com/files/160247260/VT01.part02.rar http://rapidshare.com/files/160265886/VT01.part03.rar http://rapidshare.com/files/160266102/VT01.part04.rar http://rapidshare.com/files/160285515/VT01.part05.rar http://rapidshare.com/files/160285794/VT01.part06.rar http://rapidshare.com/files/160305923/VT01.part07.rar http://rapidshare.com/files/160306199/VT01.part08.rar http://rapidshare.com/files/160513293/VT01.part09.rar http://rapidshare.com/files/160505211/VT01.part10.rar http://rapidshare.com/files/160520403/VT01.part11.rar
Abenaki (Maine USA, Montreal Canada) Wliwni ni Abenaki (Maine USA, Montreal Canada) Wliwni Abenaki (Maine USA, Montreal Canada) Oliwni Achí (Baja Verapaz Guatemala) Mantiox chawe Achuar (Ecuador, Peru) Maketai Achuar (Ecuador, Peru) Yuuminsame [Adare, see Harari] Adyghe (Middle East) Wapsaw Adyghe (Middle East) Thawerapsaw Afar (Ethiopia, Eritrea, Djibouti) Gadda ge Afrikaans (Southern Africa) Dankie Afrikaans (Southern Africa) [very much] Baie dankie Aguacateco (Huehuetenango Guatemala) Ntyox teru' Aguaruna (Peru) Seé Ahtna (Alaska) Tsin'aen Ainu [Saru dialect] (Japan) [formal] Iyayraykere Ainu [Saru dialect] (Japan) [informal] Hioy'oy [Akan, see Asante and Fante] Akha (China, Southeast Asia) Gui lah hui te ha Akha (China, Southeast Asia) Gui lah hui mi a de Akha (China, Southeast Asia) Gui lah hui dui dui ma Akha (Thailand) Ghu long khu me-ah Akha (Chiang Rai Northern Thailand) Gu lah hu ma de Aklanon (Philippines) Saeamat kimo Alabamu (Texas USA) Alíila Alabamu (Texas USA) Kano Alabamu (Texas USA) Kanobi Alabamu (Texas USA) [informal] Tá Alabamu (Texas USA) [very much] Alíilamoolo Alabamu (Texas USA) [very much] Kanoomoolo Alabamu (Texas USA) [very much] Kanopalammoolo Albanian (Albania, Yugoslavia) Ju falem nderit Albanian (Albania, Yugoslavia) Faleminderit Albanian (Albania, Yugoslavia) [very much] Faleminderit shumë [Aleut, see Unagan] Altai (Russia) Bïyan bolzïn [Alutiiq, see Suqpiaq] Ambo (Angola, Namibia) Ondapandula unene Amharic (Ethiopia, Israel, Egypt) Amesegënallô Amharic (Ethiopia, Israel, Egypt) Amesegunalhun Amharic (Ethiopia, Israel, Egypt) [very] Betam amesegënallô Amuzgo (Mexico) Quialva' [Anishinaabe, see Ojibwe] Apache (Arizona USA) Ashoge Apache (Arizona USA) [formal] Áshood Apache [Jicarilla] (Arizona USA) Ihe edn Apache (Arizona USA) [informal] Ahíyi'ee Apalachicola (Florida USA) Mvto Apsaaloke (United States) Ahoo Apsaaloke (United States) Ahó Apsaaloke (United States) [very much] Ahókacira Arabic (Middle East, North Africa) Shukran Arabic (Middle East, North Africa) [very] Shukran gazilan Arabic (Syria) Mamnuun Arabic (North Africa) SaHHa Arabic (Morocco) [lit. Praise to Allah] El-hamdullah Arabic (Morocco) Barak llahu fik Aragonese (Aragon Spain) Grazias [Araucano, see Mapuche] [Arawak, see Taino] Armenian (Armenia, Russia, Middle East) Shnorhagallem Armenian (Armenia, Russia, Middle East) Shterakravetsun Armenian [Western] (Armenia) Shenorhagal em Armenian [Western] (Armenia) [very much] Shad shenorhagal em Armenian [Eastern] (Armenia) Sh'norhakal em Armenian [Eastern] (Armenia) Shnorhakalutjun Armenian (Armenia) [colloquial] Merci Aromunian (Greece, Balkans) Multsãnjescu Asante (Ghana) Meda w'asé Asante (Ghana) Meda wo ase Asante (Ghana) [very much] Meda wo ase paa paa paa Assyrian [Eastern Assyrian] [by man] Basima Assyrian [Eastern Assyrian] [by woman] Basimta Assyrian [Eastern Assyrian] [by plural] Basimeh Assyrian [Eastern Assyrian] Mesi Assyrian [Eastern Assyrian] [very much] Hawit basima chim raba Assyrian [Western Assyrian] (Assyria) Taudi Asturian (Spain) Gracies Atayal (Taiwan) Muhuway su Atayal (Taiwan) Mhuway su' Atayal (Taiwan) Mhuway su' balay Atayal (Taiwan) [informal] Hway Ateso (Uganda) Eyalama [Aukan, see Ndjuka] Aymará (Bolivia, Peru, Chile) Juspajaraña Aymará (Bolivia, Peru, Chile) Juspajarkätam Aymará (Bolivia, Peru, Chile) Juspaxar Aymará (Bolivia, Peru, Chile) Yuspagara Aymará (Bolivia, Peru, Chile) Dios pagarakátam Aymará (Tihuanacu Bolivia) Yusulupay Aymará (Lake Titicaca Bolivia) [rare] Yuspagarkàtam Aymará (Lake Titicaca Bolivia) [rare] Yuspagaràtam Azerbaijani [Azeri] (Azerbaijan, Iran) Sayol Azerbaijani (Azerbaijan, Iran) Sag olun Azerbaijani (Azerbaijan, Iran) Tæshækkür elæyiræm Azerbaijani (Azerbaijan, Iran) [very much] Chokh sag olun [Azeri, see Azerbaijani] [Aztec, see Náhuatl] Bakweri (Cameroon) Masuma Bakweri (Cameroon) Na somi saisai Balinese (Bali) [Halus speech] Tiang matur suksama Balinese (Bali) Matu suksama Balinese (Bali) Matur suksme Balochi (Pakistan) Tai merbani Bambara (Mali) [singular] I ni ce Bambara (Mali) [plural] Aw ni ce Bambara (Mali) [said by man] Nba Bambara (Mali) [said by woman] Nse [Bangla, see Bengali] [Basa Sunda, see Sundanese] Bashkir (Russia) Rekhmet Basque (Spain, France) Eskerrik asko Basque (Spain, France) Mila esker Basque [Navarrese] (Spain) Esker mila Basque [Navarrese] (Spain) Esker aunitz Basque [Roncalais] (Spain) Eskerrik anitx Batak (Indonesia, Sumatra, Philippines) Mauliate [Bavarian, see German (Bavaria)] Belorussian (Belarus) Dziakuju Belorussian (Belarus) Dziákuj Bemba (Zambia, Congo-Brazaville) Tsikomo Bemba (Zambia, Congo-Brazaville) Twa to te la Bengali (India, Bangladesh) Dhanyabad Bengali (India, Bangladesh) [very much] Ozasro dhanyabad [Bisayan, see Visayan] Bislama (Vanuatu) Tangkiu Bislama (Vanuatu) Tangkyu Bislama (Vanuatu) [very much] Tangkiu tumas Bislama (Vanuatu) [informal] Ta Bisu (Xhina, Thailand, Myanmar) Ang hmèn yá Blackfoot (Alberta Canada, Montana USA) Nitsíniiyi'taki Boboda (Burkina Faso, Mali) Baraka [Bobo Fing, see Boboda] Bosnian (Bosnia and Hercegovina) Hvala Bosnian (Bosnia and Hercegovina) [respect] Hvala vam Breton (Brittany France) Trugarez Breton (Brittany France) [formal] Trugarez deoc'h Breton (Brittany France) [informal] Trugarez dit Breton (Brittany France) [informal] Mersi dit Breton (Brittany France) Ho trugarekaat Brigidian (western Ireland) Boche' Bru (Vietnam) Sa-aun Bukusu (Mt. Elgon Kenya) Nasima Bukusu (Mt. Elgon Kenya) Orio muno Bukusu (Mt. Elgon Kenya) Webaale Bukusu (Mt. Elgon Kenya) Wanyala Bulgarian (Bulgaria) Blagodarya Bulgarian (Bulgaria) Mersi Bulgarian (Bulgaria) [thank you very much] Mnogo blagodarya Bulu (Cameroon) Akeva Bunun (Taiwan) Uninang Bura (Nigeria) Maraba Burmese (Myanmar) Chezu ba Burmese (Myanmar) Chezu tinbade Burmese (Myanmar) [thank you very much] Amyaji chezu tinbade Burushashki (Northern Pakistan) Juu na Burushashki (Northern Pakistan) Juu goor maniSh Burushashki (Northern Pakistan) Shukria Burushashki (Northern Pakistan) Bakhshish [Byelorussian, see Belorussian] Cahuila (United States) 'Ácha-ma Cakchikel (Mexico) Matiosh chawe [Cambodian, see Khmer] Camuno (Italy) Gràsce Cantonese [Chinese] (China) [for gift] Doh je Cantonese [Chinese] (China) [for service] M goi Cantonese [Chinese] [in advance- for gift] Doh je sin Cantonese [Chinese] [in advance- service] M goi nei sin Cassubian (Northweast Poland) Dzãkujã Cassubian (Northweast Poland) [informal] Dzãczi Cassubian (Northweast Poland) [old] Bóg zaplac Catalan (Andorra, Spain, France) Gràcies Catalan (Andorra, Spain, France) [very] Moltes gràcies Catalan (Andorra, Spain, France) Mercès [Cebuano, see Visayan] Cham (Southeast Asia) Uan tabuan Chamorro (Guam) Si yuus maasi Chamorro (Guam) Si yu'os ma'ase' Chatino (Tataltepec Mexico) Ngua tsaa xlay'be hii Chechen (North Caucasus) Barkal Chechen (North Caucasus) Barkalla Cherokee (United States) Wa'-do Cheyenne (United States) Néá'eshe Cheyenne (United States) [plural] Néá'êshemeno Cheyenne (United States) [intertribal] Hahóo Chichewa (South Africa, Malawi) Zikomo Chichewa (South Africa, Malawi)[very much] Zikomo kwambiri Chichewa (South Africa, Malawi)[very much] Zikomo kwambili Chilomwe (Malawi) Zikomo Chilomwe (Malawi) [thank you very much] Zikomo kwambili [Chinese, see dialects: Cantonese, Hoi San, Hokkien and Mandarin] Chingoni (Malawi) Zikomo Chinook Jargon (North America) Masiem Chinook Jargon (North America) Mahsie Chinyanja (Zambia, Mozambique) Zikomo Chinyanja (Zambia, Mozambique) [very much] Zikomo kwambiri [Chippewa, see Ojibwe] Chishona (Zimbabwe) [to one person] Ndatenda Chishona (Zimbabwe) [to one person] Ndinotenda Chishona (Zimbabwe) [to a group] Tatenda Chishona (Zimbabwe) [to a group] Tinotenda Chishona (Zimbabwe) [for doing a task] Mazviita Chishona (Zimbabwe) [for doing a task] Maita basa Chishona (Zimbabwe) [for doing a task] Maita zvenyu Chitonga (Malawi) Yewo Chitonga (Malawi) [very much] Yewo chemene Chitonga (Zambia) Twalumba Chitumbuka (North Malawi) Yewo Chitumbuka (North Malawi) [very much] Yewo chemene Chitumbuka (North Malawi) [very much] Yewo chomene Chiyao (South Malawi) Sikomo Chiyao (South Malawi) Asante Chiyao (South Malawi)[thank you very much] Sikomo kwejinji Chiyao (South Malawi)[thank you very much] Asante sana Choctaw (Oklahoma United States) Yokoke Choctaw (Oklahoma United States) Yakoke Chol (Mexico) Wokolix awölö Chol (Mexico) Wokol a wala Chortí (Guatemala) Ch'ahp'ei'x ta'p'a Chuj (Guatemala) Yuj wal dios Chuukese (Micronesia) Kili so Chuukese (Micronesia) [very much] Kili so chapur Chuukese (Chuuk Lagoon Micronesia) Kini so Chuukese (Chuuk Lagoon Micronesia) [very] Kini so chapur Chuvash (Russia) Tavtapuch Chuvash (Russia) Tav Chuvash (Russia) Tavssi [Circassian, see Adyghe] Coeur d'Alene (Idaho United States) Limlemtsch Comanche (North America) Ura Comanche (North America) Urako Comori (Comoros) Marahaba Comori (Comoros) Marahabha [Conibo, see Shipibo] Cornish [middle/unified] (Great Britain) Dew re-dallo dheugh-why Cornish [middle/unified] (Great Britain) Durdala dywy Cornish [modern] (Great Britain) Durdaladawhy Cornish [modern] (Great Britain) Gwra'massi Cornish [modern] (Great Brit.) [very much] Merastawhy Cornish [Kemmyn] (Great Britain) Meur ras Cornish (Great Britain) Meur ras dhis Corsican (France) Grazia Corsican (France) À ringraziè vi Corsican (France) À ringraziavvi Cree (Canada) (to one person) Kinanâskomitin Cree (Canada) (to more than one person) Kinanâskomitinawaw Cree (Canada) E'kosi Cree (Canada) Têniki Cree (Canada) Mikwec Cree (Canada) Nunasko'mowin keya Cree [Ouje Bougoumou] (James Bay Canada) Mîkwêc Cree [Plains Cree] (Canada) Kitatamihin [Creek, see Muskogee] Creole (West Indies) Mese [Créole (Seychelles), see Seselwa] Crioulo (Guinea-Bissau) Obrigado Croatian (Bosnia, Yugoslavia) Hvala Croatian (Bosnia, Yugoslavia) [very much] Puno hvala Croatian (Bosnia, Yugoslavia) [very much] Hvala lijepa [Crow, see Apsaaloke] Czech (Czech Republic) Dêkuji Czech (Czech Republic) [informal] Dik' Dagaare (Burkina Faso, Ghana) Barka Dagaare (Burkina Faso, Ghana) Puorra bebe la Dakota (North America) Pidamayado Dakota (North America) [by male] Pidamaya yedo Dakota (North America) [by female] Pidamaya ye Danish (Denmark, Greenland) Tak Danish (Denmark, Greenland) [very much] Mange tak Dega (Vietnam) Lac jak Dega (Vietnam) [very much] Lac jak ko ih lu Deg Xinag (Alaska) Dogedinh Deg Xinag (Alaska) Xisrigidisddhinh Dekelh [Carrier] (Canada) Musi Dekelh [Carrier] (Canada) [very much] Musicho Dekelh [Lheidli] (Canada) [by one to one] Snachailya Dekelh [Lheidli] (Canada) [by one to 2+] Snachalhuya Dekelh [Lheidli] (Canada) [by 2 to 1] Nahnachailya Dekelh [Lheidli] (Canada) [by 2 to 2+] Nahnachalhuya Dekelh [Lheidli] (Canada) [by 3+ to 1] Nenachailya Dekelh [Lheidli] (Canada) [by 3+ to 2+] Nenachalhuya Dekelh [Nak'albun] (Canada) [by 1 to 1] Snachailya Dekelh [Nak'albun] (Canada) [by 1 to 2+] Snachalhya Dekelh [Nak'albun] (Canada) [by 2+ to 1] Nenachailya Dekelh [Nak'albun] (Canada) [by 2+ to 2+] Nenachalhya Dekelh [Saik'uz] (Canada) [by one to one] Snachailya Dekelh [Saik'uz] (Canada) [by one to 2+] Snachalhuya Dekelh [Saik'uz] (Canada) [by 2 to 1] Nahnachailya Dekelh [Saik'uz] (Canada) [by 2 to 2+] Nahnachalhuya Dekelh [Saik'uz] (Canada) [by 3+ to 1] Nenachailya Dekelh [Saik'uz] (Canada) [by 3+ to 2+] Nenachalhuya [Delaware, see Lenape] Dhivehi (Maldives) Shukuriyyaa Dhivehi (Maldives) [very much] Varah bodah shukriyyaa Dinka (Sudan) Yin acaa muoc Diola (Senegal) Mersi Diola (Senegal) Emitekati Domari (Egypt) Daarim Dusun (Sabah Malaysia) Pounsikou Dutch (Netherlands, Belgium) [polite] Dank u Dutch (Netherlands, Belgium) [informal] Dank je Dutch (Netherlands, Belgium) [polite] Dank u wel Dutch (Netherlands, Belgium) [informal] Dank je wel Dutch (Netherlands) Bedankt [Dyerma, see Zarma] Dyula [Jula] (Cote d'Ivoire, Burkina Faso) I ni che Dzongkha (Bhutan) Kadinche Dzongkha (Bhutan) Kadinche la Edo (Nigeria) Ù rú èsé Egyptian (ancient Egypt) [to a man] Dua Netjer en ek Egyptian (ancient Egypt) [to a woman] Dua Netjer en etj Ekegusii (Kenya) Imbuya mono Enga (Papua New Guinea) Tángeyoo English (America, Australia, UK, New Zea.) Thank you English (America) [informal] Thanks English (Australia) Ta English (New Zealand, Midland England) Cheers English [Strine dialect] (Australia) Thenks English [Strine dialect] (Australia) Enks English [old English] (old Britain)[sing.] Ic þancas do English [old English] (old Britain)[sing.] Ic þancie þe English [old English] (old Britain)[plur.] Ic sæcge eow þancas English [Texan] (Texas United States) Thank ya [Eskimo, see Inuktitut and Inuttut] Esperanto (international use) Dankon Esperanto (international use) Dankon al vi Estonian (Estonia) Tänan Estonian (Estonia) Aitäh Estonian (Estonia) [to a man] Ole meheks Estonian (Harjumaa Estonia) Aitih Estonian (Viru-Nigula Estonia) Aiteh Estonian (Vastseliina Estonia) Tehnän Eton (Cameroon) Abumgang Eton (Cameroon) Abuimgang Ewe (Ghana, Togo) Mudo Ewe (Ghana, Togo) Akpe Ewe (Ghana, Togo) Mudu, epenau Ewondo (Cameroon) Abui ngan Eyak (Alaska) 'Awa'ahdah Fang (Gabon) Abora Fante (Ghana, Burkina Faso) Medagse Fante (Ghana, Burkina Faso) Medawagse Faroese (Faroe Islands) Takk Faroese (Faroe Islands) Takk fyri Farsi [Persian] (Iran, Afghanistan) Merci Farsi (Iran, Afghanistan, Tajikistan) Tashakkur Farsi (Iran, Afghanistan, Tajikistan) Motehshakeram Farsi (Iran) Mamnoon [Filipino, see Tagalog and Visayan] Fijian (Fiji) Vinaka Fijian (Fiji) [very much] Vinaka vakalevu Fijian (Fiji) [very much] Vinaka sara vakalevu Finnish (Finland) Kiitos Finnish (Finland) Kiitoksia Finnish (Finland) [formal] Paljon kiitoksia Finnish (Finland) [informal] Kiitti [Flemish, see Dutch (Belgium)] Fon (Benin, Togo) Ablo Fon (Benin, Togo) A houanu Fon (Benin, Togo) [very much] A houanu ka ka Fon (Benin, Togo) [formal] E na ce nu we French (France, Belgium, Africa, Canada) Merci French (France, Belgium, Africa, Canada) Merci beaucoup Frisian [Westerlauwer] (Netherlands) Tanke Frisian [Westerlauwer] (Netherlands) Tanke wol Frisian [Westerlauwer] (Netherlands) Tankje Frisian [Westerlauwer] (Netherlands) Tankje wol Friulian (northern Italy) Graciis Fulani (West Africa) Jaaraama Fulani (West Africa) [to one person] A jaaraama Fulani (West Africa) [to several people] On jaaraama Futuna (Wallis and Futuna) Malo Futuna Aniwa (Vanuatu) Fafetai Futuna Aniwa (Vanuatu) Jinisa Ga (Ghana) Ogiwadong Gaam (Eastern Sudan) Áwdém áalò Gaam (Eastern Sudan) Àayyá Gagauz (Moldova) Saa olsun Galician (Spain) Gracias Gallo (France) Mèrczi Garifuna (Guatemala) Téngi nían bún Gascon (France) Merci Georgian [Kartuli] (Georgia/former USSR) Mahd-lob Georgian [Kartuli] (Georgia/former USSR) Gmadlob Georgian (Georgia) [to more than 1 person] Mahd-lobt Georgian (Georgia) [to more than 1 person] Gmadlobt German (Central Europe) Danke German (Central Europe) Danke schön German (Central Europe) Vielen Dank German (Central Europe) [informal] Dank dir German (Austria) [in spoken language] Dankschen German (Bavaria) [in spoken language] Danksche German (Switzerland) [in spoken language] Dank schön German (Zurich Switzerland) [spoken] Dankë German (Zurich Switzerland) [spoken] Dank schön German (Zurich Switzerland) Merci German (Zurich Switzerland) [very much] Merci villmahl Gong (Thailand) Ang kêun Greek [Hellenic] (Greece, Cyprus) Efcharisto Greek (Greece, Cyprus) Sas efharisto Greek (Greece, Cyprus) [very much] Efharisto poli Greek (Greece, Cyprus) [very much] Sas efharisto poli Griko (Salento Italy) Kali' sso'rta-ssu Guarani (Paraguay, Brazil, Bolivia) Aguije Guarani (Paraguay) Aguyje Guarani [Mbyá] (Brazil) Ha'evete Gujarati (India, Bangladesh, S. Africa) Aabhar Gujarati (Gujerat State, India) Dhanyawaad Gumatj (Australia) Ga' Gurrangung (Australia) Yaddung jee Gurung (Nepal) [to a child] Syaabaas Gurung (Nepal) [to an equal or superior] Dxanyaa'baad Gwich'in (Alaska) Mahsi' Gwich'in (Alaska) Mahsi' choo [Gypsy, see Romani] G/wi [San] (Kalahari Africa) !kaen se !tau G//ana [San] (Kalahari Africa) Kaen se !tau Haida (Alaska) Háw'aa [Hal-Pulaar, see Fulani] Hän (Alaska) Mahsi' Harari [Adare] (Ethiopia) Gaza yagabzal yushen Harari [Adare] (Ethiopia) Alla magah Hassaniya (Mauratania) Shukram Hausa (West Africa) Na gode Hausa (West Africa) Yauwa Hawaiian (Hawaii) Mahalo Hawaiian (Hawaii) [very much] Mahalo nui loa Hebrew (Israel) Toda Hebrew (Israel) [very much] Toda raba [Hellenic, see Greek] Helong (Timor, Semau Island Indonesia) Nodan mamomamo Hindi (India, East Asia, Suriname) Shukriya Hindi (India, East Asia, Suriname) Danyavad Hindi (India, East Asia, Suriname) Dhanyawaad Hiri Motu (Papua New Guinea) Tanikiu Hmong Daw (Laos, Thailand) Ua tsaug Hmong Daw (Laos, Thailand) Ua koj tsaug Hmong Daw (Laos, Thailand) [very much] Ua tsaug ntau Hmong Daw (Laos, Thailand) [very much] Ua koj tsaug ntau Hmong Du (Vietnam) Ô chò Hmong Njua (Laos, Thailand) Ua tsaug Hmong Njua (Laos, Thailand) [very much] Ua tsaug ntau ntau Hmong Njua (Northern Thailand) Zoo sab muab Hñähñu (Mexico) Jamadi Hoi San (China) U de Hokkien [Chinese] (Singapore, Indonesia) Gum xia Hokkien [Chinese] (Taiwan) Kam sia Hopi (North America) [said by men] Kwakwhá Hopi (North America) [said by women] Askwali Hopi (North America) [said by women] Hevé Hopi (North America) [very much, by men] Is kwakwhá Hopi (North America) [very much, by women] Is askwali Houailou (New Caledonia) Ei Huambisa (Peru) See Huambisa (Peru) Maake Huaorani (Ecuador) Ewa ra Huastec (Mexico) Jalbinchi yaan Huastec (Mexico) C'ac'naamal yaan Huave (Mexico) Dios mangüy ic Huichol (Nayarit and Jalisco Mexico) Pan parius Huichol (Nayarit and Jalisco Mexico) Pam parios Hungarian [Magyar] (Hungary) Köszönöm Hungarian [Magyar] (Hungary) Köszi Hungarian [Magyar] (Hungary) [very much] Nagyon köszönöm Hungarian [Magyar] (Hungary) [very much] Köszönöm szépen Huron [Wyandotte] (USA, Canada) Yontonwe Huron [Wyandotte] (USA, Canada) Ti-jiawen [Ibo, see Igbo] Icelandic (Iceland) Takk Icelandic (Iceland) Takk fyrir Icetot (Uganda) Ilakasugotia Ido (international use) Danko Igbo [Ibo] (Nigeria) Imena Igbo [Ibo] (Nigeria) Imela Igbo [Ibo] (Nigeria) Yâuwá Igbo [Ibo] (Nigeria) Dalu [Ik, see Icetot] Ilokano (Philippines) Dios ti agngina Ilokano (Philippines) Agyamanac Ilokano (Philippines) [very much] Agyamanac unay Ilonggo (Philippines) Salamat Ilonggo (Philippines) Daghang salamat Indonesian (Indonesia) [formal] Terima kasih Indonesian (Indonesia) [informal] Makasih Indonesian (Indonesia) [very informal] Thanks ya Indonesian (Jakarta Indonesia) [slang] Trims Ingush (Russia) Barkal Ingush (Russia) [in spoken language] Barkl Ingush (Russia) [lit. thanks be to you] Barkal xalda hwa Ingush (Russia) [thank you very much] Saagha xalda hwa Ingush (Russia) [thank you very much] Deala reaza xalda hwuona Innu (Labrador and Quebec Canada) Tshinashkumitan Interlingua (constructed) Gratias Inuktitut (Baffin Island Canada) Qujannamiik Inuktitut (Canada) Qujanaq Inuktitut (Canada) [very much] Qujanarssuaq Inuktitut (Canada) Mutna Inuktitut (Canada) Nakorami Inuktitut (Alaska) Taikkuu Inuktitut (Barrow Alaska) Quyanaq Inuktitut (Barrow Alaska) [very much] Quyanaqpaq Inuktitut (Noatak Alaska) Taku [Inupiaq, see Inuktitut] Inuttut [Greenlandic] (Greenland) Qujanaq Ioway (United States) [by men] Aho Ioway (United States) [by women] Aha Irish Gaelic (Ireland, Britain) [to one] Go raibh maith agat Irish Gaelic (Ireland) [to more than one] Go raibh maith agaibh Irish Gaelic (Ireland, Britain) Go raibh maith 'ad Irish Gaelic (Ireland, Britain) [to one] Go raibh mile maith agat Irish Gaelic (Ireland) [to more than one] Go raibh mile maith agaibh Isamurongen (Batanes Philippines) Dios mamajes dinio Italian (Central Europe, E Africa) Grazie Itbayaten (Batanes Philippines) Ah Dios mamexes Itbayaten (Batanes Philippines) Ah Dios mamexes dimo Itbayaten (Batanes Philippines) Dios mamexes dimo Itbayaten (Batanes Philippines)[very much] Rakux u kapamaxemaxes namen dimo Ivasayen (Batanes Philippines) Dios mamajes dimo Ivasayen (Batanes Philippines) [very much] Mamajemajes kami dimo su racuj Itzaj [Itzá Maya] (Guatemala) D'yos b'ot'ik ti'ij Itzaj [Itzá Maya] (Guatemala) D'yos b'o'tik Itzaj [Itzá Maya] (Guatemala) D'yos b'o'tikil Ixcatec (Mexico) Skanaa-ri Ixil (Guatemala) Ta'n tiz Jacalteca (Guatemala) Nich'an tiox Japanese (Japan) Arigato Japanese (Japan) Domo arigato Japanese (Japan) [act of thanks not ended] Arigato gozaimasu Japanese (Japan) [act of thanks has ended] Arigato gozaimashita Japanese [Izumo] (Japan) Dan san Japanese [Kansai Ben](Kansai, Osaka Japan) Ookini Japanese [Kansai Ben](Kansai, Osaka Japan) Ookini arigatou Japanese [Kumamoto] (Japan) Kora doshi Japanese [Kyo Kotoba] (Kyoto Japan) Ohkini Japanese [Shodoshima] (Shodoshima Japan) Ookini Japanese [Tohoku Ben] (northeast Japan) Oshoshina Japanese [Uchinaaguchi] (Okinawa Japan) Nihwee-deebiru Jaqaru [Jacaru] (South America) Jilatyi Javanese (Indonesia) Matur nuwun Javanese (Indonesia) Kesuwun Jèrriais (Jersey) Mèrci bein des fais [Jula, see Dyula] Kabuverdianu (Cape Verde) Obrigadu Kabyle (Algeria) Tamemmirt Kachin (Burma) Chyeju kaba sai Kachin (Burma) Chyeju gaba sai Kadazan (Sabah Malaysia) Kotohuadan Kala Kawaw Ya (Australia) Eso Kalmyk (Russia) Khanganav Kanienkehaka [Mohawk] (Canada, USA) Niawen Kanjobal [Q'anjob'al] (Guatemala) Yujwal Dios Kanjobal [Q'anjob'al] (Guatemala) Yuj wal tyoxh Kanjobal [Q'anjob'al] (Guatemala) Yuj wal ch'an tyoxh Kannada (India) Dhanyawaadagalu Kannada (India) Vandane Kannada (India) Vandanegalu Kanuri (Nigeria) Ardeneskin Kapampangan (Philippines) Salamat Kapampangan (Philippines) [formal] Salamat pu Karaim (Trakai Lithuania) Tabu Karakalpak (Uzbekistan) Rahmet Karelian (Finland, Russia) Spassibo Karelian [Tver] (Russia) Passibo Karen (Thailand) Da blu Karen (Thailand) [very much] Da blu do ma law [Karen, see also Pho Karen and Sgaw Karen] [Kartuli, see Georgian] Karuk [Karok] (California USA) Yo-twa Kasem (Ghana, Burkina Faso) De N lei Kasem (Ghana, Burkina Faso) A ke lei naa Kashmiri (India, Pakistan, China) Shukria Kashmiri (India, Pakistan, China) Danawad Kaurareg (Australia) Eso Kaurna (Southern Australia) Ngaityalya Kazakh (Kazakhstan, Central Asia, China) Rahmet Kazakh (Kazakhstan, Central Asia, China) Rahmet sizge Kekchi [K'ekchí] (Guatemala) Bantiox Kekchi (Guatemala) B'antiox Keres (Southwestern United States) Khuu'a Keres (Southwestern United States) Da-waa-ee Khakas (Siberia Russia) Aalghïstapcham Khakas (Siberia Russia) Ispasiba Khmer [Cambodian] (Cambodia) Ar kun =Khomani (South Africa) /Aise Khowar (Central Asia) Shukria Khowar (Central Asia) Mehrbani Khowar (Pakistan) Tazim Kichagga (Tanzania) Haika Kidavida (Africa) Chavucha Kiembu (Africa) Ni waro Kiga (Africa) Kazaare Kiga (Africa) Webare Kiga (Africa) Mwebare Kiga (Africa) Yebare Kiga (Africa) Otyo Kiga (Africa) Osyo Kikongo (Congo, Angola) Ntôndili kwami Kikongo (Congo, Angola) Merci mingi Kikongo (Congo, Angola, Cuba) Ndondele Kikongo (Congo, Angola, Cuba) Ntandele Kikongo (Congo, Angola, Cuba) Wuanka Kikongo (Cuba) Nkimandi Kikongo (Cuba) Manbote Kikuyu (Africa) Ni wega Kikuyu (Africa) Thengiu Kikwe (Africa) Niwega muno Kiluba (Congo-Kinshasa) Wafwa ko Kinyamwezi (Africa) Wabeeja Kinyarwanda (Rwanda, Congo-Kinshasa) Murakoze Kinyarwanda (Rwanda, Congo-Kinshasa) [inf] Urakoze Kiowa (North America) Aahóow Kipsigis (Uganda) Kongoi Kirgiz (Kyrgyzstan) Rakhmat Kirgiz (Kyrgyzstan) Chong rakhmat Kiribati (Pacific Is.) Ko rabwa Kirundi (Burundi) Murakoze Kisanga (Bunkeya Congo-Kinshasa) Tua santa Kiswahili (Southeast Africa) Asante Kiswahili (Southeast Africa) Aksante Kiswahili (Southeast Africa) Ahsante Kisawhili (Southeast Africa) [to several] Asanteni Kiswahili (Southeast Africa) [very much] Asante sana Kiswahili (Southeast Africa) Shukrani Kiswahili (Southeast Africa) Nashukuru Kituba (Africa) Melesí Klallam (Washington United States) Há'neng cen Klallam (Washington USA) [to a friend] Há?neng cen, naschá?che Klallam (Washington USA) [to friends] Há?neng cen, nescháye?che Klallam (Washington USA) [to a friend] Neschá?che cxw Klallam (Washington USA) [for a gift] Há?neng cen ?a? ce n's?éngateng Koasati (Alabama & Oklahoma United States) Tâ Koasati (Alabama & Oklahoma United States) Alí:la mó Kohistani (Central Asia) Shukria Koiari (Papua New Guinea) Maigo Koiari (Papua New Guinea) Maiteka Komi-Permyak (Russia) Atto Komi-Zyryan (Russia) Attö Konkani [Konknni] (India) Dhanyawaada Konkani [Konknni] (Goa India) Dev borem korum Korean (Korea) Komapsumnida Korean (Korea) Kamsahamnida Korean (Korea) [very informal] Komawoyo Kosraean (Micronesia) Kulo Kosraean (Micronesia) [very much] Kulo maluhlap Kosraean (Micronesia) [very much] Kulo na maluhlap Koyukon (Alaska) Baasee' Koyukon (Alaska) Anaa basee Krio (Sierra Leone) Tenki ya Krio (Sierra Leone) Tenkey Kuna (Panama) Dot nuet Kupsapiny (Uganda) Keyi tapon Kurdi [Kurmanji] (Iraq, Iran) Shukur Kurdi (Middle East) Sipas Kurdi (Middle East) Sipas dikim Kutthung (Australia) Murromboo Kwakiutl (North America) Gilakas'la Kwakiutl (North America) [very much] Ah gilakas'la Kwanyama (Angola, Namibia) Nda pandula Kwéyòl (Haiti) Mèsi Kwéyòl (Haiti) [thank you very much] Mèsi plen Kwéyòl (Haiti) [thank you very much] Mèsi anpil Kwéyòl (Haiti) [thank you very much] Granmèsi Ladakhi (India, Pakistan) Od dju Ladakhi (India, Pakistan) Jule Ladin (Gardena Valley Italy) De gra Ladin (Badia Valley Italy) Dilan Ladin (Fassa Valley Italy) [to one person] Detelpai Ladin (Fassa Valley Italy) [plural] Develpai Ladino (Spain) Gracias Ladino (Spain) Munchas gracias Lahu (Thailand) Ah bo Lahu (Thailand) [very much] Ah bo u ja Lahu (China, Southeast Asia) Aw bon uija Lahu (China, Southeast Asia) Da ja Lahu (China, Southeast Asia) Òboi jâ Lakhota (North America) [by female] Pilamaya ye Lakhota (North America) [by male] Pilamaya yelo Lakota (North America) [very much] Pilamaya aloh Lao (Laos) Khawp jai Lao (Laos) [thank you very much] Khawp jai lai lai [Lappish, see Sami] Latin (ancient Rome, Vatican) Gratia Latin (ancient Rome, Vatican) Gratias Latin (ancient Rome, Vatican) Gratias tibi ago Latin (ancient Rome, Vatican) Gratiam habeo Latvian (Latvia) Paldies Latvian (Latvia) [very much] Liels paldies Lenape [Delaware] (United States) Wanìshi Lepcha (India, Nepal, Bhutan) Trok chi Lingala (Congo-Kinshasa, Congo-Brazaville) Melesí Lingala (Congo-Kinshasa, Congo-Brazaville) Matóndo Lingala (Congo-Kinshasa, Congo-Brazaville) Natondi yo Lingua Franca (Mediterranean) Gratzia Lingua Franca (Mediterranean) [very much] Mouchou gratzia Lisu (China, Burma, Thailand) Xual mu wa Lisu (China, Burma, Thailand) Dut zoil Lisu (China, Burma, Thailand) Atkel bboxmu Lisu (Thailand) Ahku bumu Lithuanian (Lithuania) Achiu Lithuanian (Lithuania) Dekoju Lithuanian (Lithuania) [very much] Labai achiu Lithuanian (Lithuania) Dekui Lithuanian (Lithuania) Labai dekoju Lithuanian (Lithuania) [very sincere] Nuoširdziai dekoju Livonian (Latvia, Estonia) Tienu Livonian (Latvia, Estonia) Tenu Loglan (international) Sia Low Saxon (Eastern Friesland, Germany) Dank Low Saxon [Northern Low Saxon] (Germany) Danke Low Saxon [Westphalian] (Germany) Ek dank auk schoin Low Saxon [Westphalian] (Germany) Sind auk viellmaols bedankt Lucumí (Cuba, United States) Moducué Luganda (Uganda) Webale Luganda (Uganda) [very much] Webale nyo Luiseno (United States) No$un looviq Lummi (United States) Hy'shqe siam Lunda (Zambia) Kusakililaku Lunyankole (South Uganda) Webale Lunyoro (West Uganda) Webale Luo (Kenya, Tanzania) Erokamano Lushootseed (Seattle Washington USA) Ck'wálidxw Lushootseed (USA) [for food or drinks] Helí'dubshewx Luvale (Zambia) Gunasakulila Luxembourgish (Luxembourg) Merci [Maa, see Masai] Maasai [Maa, Masai] (Kenya, Tanzania) Aske Maasai (Kenya, Tanzania) Ashi Maasai [Maa, Masai] (Kenya, Tanzania) Ashi oleng Maasai (Kenya, Tanzania) [very much] Ashi naling Mabuiag (Australia) Eso Macedonian (Macedonia) Blagodaram [Magyar, see Hungarian] Makhua (Tanzania) Asantte Makhua (Mozambique) Kooshukhuru Makhua (Mozambique) Marahaba Malagasy (Madagascar) Misaotra Malagasy (Madagascar) [formal] Misaotra tompoko Malagasy (Madagascar) [very much] Misaotra indrindra Malay (Malaysia, Brunei) Terima kasih Malay (Malaysia, Brunie) [very much] Terima kasih banyak-banyak Malayalam (India) Nandi Malayalam (India) Valarey nanhi Malayalam (India) Nanni Maldivian (Maldives) Sabkaa Malinké (Senegal, Mali) Ni ke Maltese (Malta) Grazzi Maltese (Malta) [very much] Grazzi hafna Mam (Guatemala) Chjóonte Mam (Guatemala) Chjoonta Mam (Guatemala) Chjónta tey Mam (Guatemala) [to more than one person] Chjónta che Mambwe (Tanzania, Zambia) Sanco Mampruli (Ghana) Mossi Manchu (China) Baniha Mandarin [Chinese] (China) Xie xie Mandarin [Chinese] (China) Toa chie Mandinka (West Africa) Abaraka Mandinka (West Africa) [to one person] I ning bara Mandinka (West Africa) [to several people] Al ning bara Manx (Britain) Gura mie ayd Manx (Britain) Gura mie eu Manx (Britain) [thank you very much] Gura mie mooar ayd Maohi (South Pacific) Mauruuru Maori (New Zealand) Tika hoki Maori (New Zealand) Ka pai Maori (Cook Islands) Meitaki Maori (Cook Islands) [very much] Meitaki ma'ata Mapuche [Araucano] (South America) Krasia may Mapuche [Araucano] (South America) Chaltu Mapuche [Araucano] (South America) Chaltu may Mapuche [Araucano] (South America) Traeltu Mapuche [Araucano] (South America) Manumeimi [Mapudungun, see Mapuche] Marathi (India) Abhari ahi Marathi (India) Dhanyawaadh Marathi (India) Dhanyawaatha Mari (Russia) Tau Marquesan (French Polynesia) Koutai Marshallese (Marshall Islands) Kommol Marshallese (Marshall Islands) [very much] Kommol tata Marshallese (Marshall Islands) [very much] Kwölukkuun emmol Mashi (Bukavu Congo-Kinshasa) Koko [Mayan, see Yucatec] Mazahua (Mexico) Pöjö Mazatec (Mexico) Natejchiri Mazatec (Mexico) Nkhi k'a ninashitechino [Mbisu, see Bisu] Mende (Sierra Leone) Baiika Mende (Sierra Leone) Bisse Mende (Sierra Leone) Baika Meriam Mir (Australia) Eswau [Miao, see Hmong] Mien [Yao] (Laos, Thailand) Laengz zingh Mien [Yao] (Laos, Thailand) Laengz zingh meih Mien [Yao] (Laos, Thailand) [very much] Laengz zingh camv Mien (Vietnam) Tö' dun Mikmaq (Canada) Welálin Mikmaq (Canada) Weláliek Mina (Togo) Akpe Mina (Togo) [very much] Akpe ka ka Minangkabau (West Sumatra Indonesia) Tarimo kasih Minangkabau (West Sumatra Indoensia) [inf] Makasi yo Miskito (Nicaragua) Tingki Miwok [S Sierra] (South Sierra USA) Tengkiju Mixtec (Oaxaca Mexico) [formal] Kúta'ùná Mixtec (Oaxaca Mexico) [familiar] Kúta'ùrí Mixtec (Oaxaca Mexico) Kúta'ù shãàrí nuùro Mixtec (Estetla Mexico)[formal-to one p.] Niku tab'i Mixtec (Estetla Mexico)[formal-to several] Niku tab'o Mixtec (Estetla Mexico) [informal] Ta xa'u zin Mixtec (Magdalena Peñasco Oaxaca Mexico) Cutahvixieensa Mixtec (Magdalena Peñasco Oaxaca Mexico) Cacutahvixensa Mixtec (San Juan Colorado Mexico) Tyáhvi nyóò Miyako (Ryukyu Island Japan) Nihedebil [Mohawk, see Kanienkehaka] Mohican (North America) Wneeweh Mohican (North America) Oneowe [Mokpwe, see Bakweri] Moldavian (Moldova) Multumesc Mon (Burma, Thailand) Tang kun Monegasque (Monaco) Merçì Mongolian (Mongolia, Northern China) Bayarlalaa Mongolian (Mongolia, Northern China) Gyalailaa Mongolian (Mongolia) [very much] Tand ikh bayarlalaa Mongolian (Mongolia) [for hospitality] Saikhan zochluullaa Mongolian (Mongolia) [for help] Ta ikh tus bolloo Mòoré [Mossi] (Burkina Faso) Wenatase Mòoré [Mossi] (Burkina Faso) Barka Mòoré [Mossi] (Burkina Faso) Mpuusda barka Mòoré [Mossi] (Burkina Faso) [very much] Barka wusgo Mopá-maya (Guatemala) B'o'tic Mordvin (Russia) Syukprya Morisyen (Mauritius) Mersi [Mossi, see Moore] Motu (Papua New Guinea) Tanikiu Mpi (Thailand) Mèu mèu Mpongwe (Gabon) Kewa Muskogee (Oklahoma & Florida USA) Mvto Muskogee (Oklahoma & Florida USA) Henka Muskogee (Oklahoma & Florida USA) Ka Muskogee (Oklahoma & Florida USA) Akvsv'mkv Náhuatl [Aztec] (Mexico) Tlazohcamati Náhuatl [Aztec] (Mexico) Icnelia Náhuatl [Aztec] (Mexico) [very much] Tlazohcamati huel miac Náhuatl [Aztec] (Mexico) [very much] Tlazohcamatzin Náhuatl (Tepoztlan Mexico) Tlazocama Náhuatl (Tepoztlan Mexico) Tlazocamatl Náhuatl (Tepoztlan Mexico) Tlazocamati Náhuatl [classical: Aztec Empire] Nictlazohcamati Nakota (USA, Canada) Pinamaya Nama (Namibia) Aio Nandi (Kenya) Kongoi Nandi (Kenya) Kaigai Nandi (Kenya) Asai Napulitano (Italy) Gràzzie Natick (North America) Tobotonoque Natick (North America) Ttaubotneanauayean Natick (North America) Kuttabotomish Nauruan (Nauru) Tsuba kor Navajo (United States) Ahéhee' Naxi (Yunnan China) Jjef bei seiq Ndebele (Zimbabwe) Ngeyabonga Ndebele (Zimbabwe) Ngiyabonga Ndebele (Zimbabwe) Ngiyathokaza Ndebele (Zimbabwe) [very much] Ngeyabonga kakulu Ndebele (Zimbabwe) [very much] Ngiyabonga kakulu Ndebele (Zimbabwe) [plural] Siyabonga Ndebele (Zimbabwe) [plural, very much] Siyabonga kakulu Ndjuka (Suriname) Gaantangi fi ye Ndjuka (Suriname) Gaantangi Ndjuka (Suriname) A bigi ba Nenets (Russia) Nyarya bada Nepali (Nepal, Bhutan) Dhanyabaad Newari (India, Nepal) Su-bhaay Nez Perce (North America) Qe'ci'yew'yew' Nganasan (Russia) Xoasi Nganasan (Russia) Nägê Ngbaka (Africa) Dé kãã Ngizim (Nigeria) Ná goodoota-ngaa naa ci Ngoni (Malawi) Zikomo Nias [North Nias] (Nias Island Indonesia) Sauha gölö Nias [South Nias] (Nias Island Indonesia) Söwö gölö Nigerian Pidgin (Nigeria) Thank yu Nigerian Pidgin (Nigeria) Well done Niuean (Niue, South Pacific) Fakaaue Niuean (Niue, South Pacific) [informal] Ha ia Niuean (Niue, South Pacific) [very much] Fakaaue lahi mahaki Norwegian [Nynorsk, Bokmaal] (Norway) Takk Norwegian [Bokmaal] (Norway) [very much] Tusen takk Norwegian [Sortlandsk] (Sortland Norway) Takk Ntomba (Africa) Ebóto Ntomba (Africa) Ewata [Occitan, see Provencal] Ojibwe [Chippewa, Anishinaabe] (N.America) Miigwech Okanogan (North America) Lim limt Oriya (India) Danna waat Oromo (Kenya, Somalia) Ulfaad'd'a Oromo (Kenya, Somalia) Waaqni sii haa kennu Oromo (Kenya, Somalia) Maharaba Oromo (Kenya, Somalia) Galatoomii Oromo (Kenya, Somalia) Galatomaa Oromo (Kenya, Somalia) Fayyaa ta'aa Oromo (Kenya, Somalia) Fayyaa ta'i Osage (USA) We'-a-hnon Osage (USA) Thla-ho Ossetian (Caucasus) Arfö Ossetian (Caucasus) Buznyg Otetela (Lodja Congo-Kinshasa) Losaka Paamese (Vanuatu) Hihuri Paamese (Vanuatu) Namasmasuk Pa'ikwene (Amazon) Kibeiné Paipai (Mexico, USA) 'Ara'ya:ikm Paipai (Mexico, USA) 'Ara'yai:km Paipai (Mexico, USA) 'Ara'ye:km Paiwan (Taiwan) Malimali Paiwan (Taiwan) Masalu Palauan (Palau) Sulang Palauan (Palau) Msuulaang Palauan (Palau) Ke kmal mesaul Panamahka (Nicaragua) Tingkih Papiamentu (Dutch Antilles, Aruba) Danki Pashto (Afghanistan) Tashakkur Pashto (Afghanistan, Pakistan) Sta na shukria Pende (Congo-Kinshasa) Hambadiahana [Penobscot, see Abenaki] [Persian, see Farsi] Pho Karen (Thailand) Hsà khawn hsá ta má' lâw [Pidgin English, see Nigerian Pidgin, Pijin and Tok Pisin] Pijin (Solomon Islands) Tanggio [Pikanii, see Blackfoot] Pipil (El Salvador) Paampa diyúx Pipil (El Salvador) Padiux Plattdeutsch (Germany) Dankscheen [Plautdietsch, see Plattdeutsch] Pocomchí (Guatemala) Rin dios awe Pohnpeian (Micronesia) Kalangan Pohnpeian (Pohnpei) Kalangen en Komwi [Police Motu, see Hiri Motu] Polish (Poland) Dziekuje Polish (Poland) [spoken by several people] Dziekujemy Polish (Poland) [familiar] Dzieki Polish (Silesia region, Southern Poland) Dziynki Polish (Silesia region, Southern Poland) Dziynkuja Polynesian (Polynesia) Auw'e Ponpeian (Ponpei) Kelangan Popoluca (Mexico) Ni'ctíyus Portuguese (Portugal, Brazil) [by male] Obrigado Portuguese (Portugal, Brazil) [by female] Obrigada Potawatomi (United States) Iwgwien Potawatomi (United States) Migwe'c Potawatomi (United States) Kcumigwe'c Provencal [Occitan] (France) Mercé Provencal [Occitan] (France) Gramaci Provencal [Occitan] (France) [very much] Mercé plan Pueblo [Acoma] (Southwestern USA) Da-wah-eh [Pular, see Fulani] Puluwat (Micronesia) Kilissow Punjabi (India) Dhannvaad Punjabi (India) Dannaba Punjabi (India) Shukria Punjabi (India) Miharbaanee Punjabi (India) Tuhaadee kirpaa hai Puyuma (Taiwan) Tayu'an [Q'anjob'al, see Kanjobal] Quechua Ancashino (Ancash Peru) Paylla Quechua Ayacuchano (Ayacucho Peru) Yuspagrasunki Quechua Ayacuchano (Ayacucho Peru) Dyuspagrasunki Quechua Ayacuchano (Ayacucho Peru) Diyus pagapusonqa Quechua Ayacuchano (Ayacucho Peru)[plural] Diyus pagapusonqacheh Quechua Ayacuchano (Ayacucho Peru) [very] Anchata agradisiyki Quechua Ayacuchano (Ayacucho)[very;plural] Anchata agradisiykicheh Quechua Cochabambino (Cochabamba Bolivia) Diuspagarasunki Quechua Cochabambino (Cochabamba Bolivia) Diuspagarapusunki Quechua Cochabambino (Cochabamba Bolivia) Pachi Quechua Cochabambino (Cochabamba Bolivia) Pachis Quechua (Cuzco Peru & Cochabamba Bolivia) Yusulpayki Quechua Cuzqueño (Cuzco Peru) Yusulpaykinsunki Quechua Cuzqueño (Cuzco Peru) Yuspagarasunki Quechua Cuzqueño (Peru)[to several people] Yuspagarasunkichis Quechua Cuzqueño (Cuzco Peru) Añay Quechua Cuzqueño (Cuzco Peru) Añachaykin Quechua Cuzqueño (Cuzco Peru) Grasias Quechua Cuzqueño (Cuzco)[very much/formal] Urpi sonqo Quechua Cuzqueño (Cuzco)[very much/formal] Sinchitan añaychayki Quechua Huancaño (Huanca Peru) Rasyas Quiché [K'iche] (Guatemala) Maltiox Quiché [K'iche] (Guatemala) [to a man] Maltiox tat Quiché [K'iche] (Guatemala) [to a woman] Maltiox nan Quiché [K'iche] (Guatemala) Sibälaj maltiox Quiché [K'iche] (Guatemala) [for work] Cheri cha ai Quichua (Ecuador) Pagui Quichua (Ecuador) Pagui shungulla Quichua (Ecuador) Diusulupagui Quichua (Ecuador) Yupaichani Rakhin (Myanmar) Chyee zu thon ree Rapanui (Easter Island) Maururu [Raramuri, see Tarahumara] Resigaro (Peru) Kashoonopihku Rohingya (Myanmar) Shukuria Romani [Romany] [Gypsy] (Europe) Gestena Romani [Romany] [Gypsy] (central Europe) Nais Romani [Romany] [Gypsy] (central Europe) Nais tuke Romani [Caló] (Spain) Najis tuke Romanian (Romania) Multumesc Romansch (Switzerland) Grazia Romansch (Swizterland) Grazie Romansch (Swizterland) Grazcha Rotuman (Pacific Islands) Noa'ia Rotuman (Pacific Islands) [said to child] Filo'montou Rukai (Taiwan) Maulanenga [Runasimi, see Quechua] Russian (Russia) Spasibo [Ryukyu, see Miyako] [Saame, see Sami] Saami [Lappish] (Scandinavia) Giitit itt Saami [Lappish] (Scandinavia) Giittus Saami [Lappish] (Scandinavia) Giitus Saami [Lappish] (Scandinavia) [very much] Giitus eanat Saami [Lappish] (Scandinavia) Giihtu Saami [Lappish] (Scandinavia) Gaejtho Saami [Davvi Saami] [Lappish](Scandinavia) Giitu Saami [Inari Saami] [Lappish](Scandinavia) Takkâ Saami [Skolt Saami] [Lappish](Scandinavia) Spässep Saami [Skolt Saami] [Lappish](Scandinavia) Spä'sseb Saanich (Vancouver Island Canada) Hay sxw q'a Saanich (Vancouver Island Canada) Hay sxw q'e Saisiat (Taiwan) Muhuway su Samoan (Samoa) Fa'afetai Samoan (Samoa) [thank you very much] Fa'afetai tele [San, see G//ana, G/wi and =Khomani] Sangha (Mali) Birepo Sango (Central African Republic) Mèrèsi Sanskrit (ancient India) Anugurihiitosumi Sara (Chad) Angen Saramaccan (Suriname) Gaantángí fii Saramaccan (Suriname) F&uacteu;únu Sardinian (Italy) Grassias Sarnami (Suriname, Holland) Dhanbaad Sarnami (Suriname, Holland) Dhanjabaab Sarnami (Suriname, Holland) Sukriya Sarnami (Suriname, Holland) Soekoeria Sasak (Indonesia) Matur tampiasih Sasak (Indonesia) Tampi asiq Saulteaux (Manitoba Canada) Miigwech Savonian (Ylä-Savo Finland) Kiitoksija Scottish Gaelic (Scotland) Tapadh leat Scottish Gaelic (Scotland) [formal] Tapadh leibh Scottish Gaelic (Scotland) [many thanks] Moran taing Scottish Gaelic (Southern Scotland) [for.] Gun robh math agaibh Scottish Gaelic (Southern Scotland) [inf.] Gun robh math agad Scots (Scotland) Thenk ye Scots (Scotland) Thank ye Scots [Ulster Scots] (Northern Ireland) Thenks [Seminole, see Creek] Senoufo (Cote d'Ivoire, Mali) Minkari Senoufo (Cote d'Ivoire, Mali) Minmonchar Sepedi (South Africa) Ke a leboga Serbian (Bosnia, Yugoslavia) Hvala Serbian (Bosnia, Yugoslavia) [very much] Hvala lepa Seri (Sonora Mexico) Yooz ma samsisíinxo Serrere (Senegal, Gambia) Dioka ndjiale Seselwa [Seychelles Creole] (Seychelles) Mersi Seselwa [Seychelles Creole] (Seychelles) Gran mersi Sesotho (Lesotho, South Africa) Ke a leboha Setswana (Botswana, South Africa) Ke itumtese Setswana (Botswana, South Africa) Ke itumela Setswana (Botswana, South Africa) Ke a leboga Setu (Estonia) Aiteh Sgaw Karen (Thailand) Tà byu' dô law Sgaw Karen (Thailand) Dah bluet Shanghai (Shanghai China) Sha ja non Shanghai (Shanghai China) Sha sha Shanghai (Shanghai China) [informal] Sha ja Shelta (USA, Ireland) [old;no longer used] Djeelsha grawsta Sherpa [Helambu] (Nepal, Tibet) Thuchi chea Sherpa [Solu] (Nepal, Tibet) Thuchi che Shimasiwa (Comoros) Marahaba Shina (Central Asia, India) Shukria Shina (Central Asia, India) Bakhshish Shipibo (Peru) Iráque Shipibo (Peru) [very much] Ichabires iráque Shona, see Chishona] Sicilian (Sicily Italy) Grazzii Silozi (Zambia) Ni itumezi Silozi (Zambia) Litumezi Silozi (Zambia) Nitumezi Sindhi (Pakistan) Mehrbani Sinhalese (Sri Lanka) Istuti Sinhalese (Sri Lanka) [very much] Bohoma istuti Siswati [Swazi] (Swaziland)[by one person] Ngiyabonga Siswati [Swazi] (Swaziland)[more than one] Siyabonga Slovak (Slovakia) Dakujem Slovak (Slovakia) [formal] Dakujem vám Slovak (Slovakia) [informal] Dakujem ti Slovenian (Slovenia) Hvala Slovenian (Slovenia) [formal] Hvala vam Slovenian (Slovenia) [familiar] Hvala ti Slovenian (Slovenia) [very much] Hvala lepa Solresol (old; international) Sol Ti Somali (East Africa) Mahad sanid Soninke (Mali, Senegal) Nawari Sorbian [Upper Sorbian] (eastern Germany) Dz'akuju so Sorbian [Lower Sorbian] (eastern Germany) Z'e'kujom se Spanish (Spain, America) Gracias Spanish (Spain, America) [very much] Muchas gracias Spokane (United States) Chn lm-s-cút Sranan (Suriname) Grantangi Sranan (Suriname) Tangi Sranan (Suriname) Danki Sudovian (Baltic region) Denkâ Sudovian (Baltic region) Denkauja Suqpiaq (Alaska) Quyanaa Sundanese [Basa Sunda] (Indonesia) Hatur nuhun Sursilvan (Switzerland) Engraziel Suryoyo (Syria, Turkey) Tawdi Suryoyo (Syria, Turkey) [very much] Tawdi sagi Susu (Guinea) Inwali Swabian (Central Europe) Dankeschee Swabian (Central Europe) Dankschee [Swahili, see Kiswahili] [Swazi, see Siswati] Swedish (Sweden, Finland) Tack Swedish (Sweden, Finland) Jag tackar Swedish (Sweden, Finland) [very much] Tack så mycket Swedish (Sweden, Finland) [very much] Tackar så mycket Swedish (Sweden, Finland) [very much] Stort tack Tagalog (Philippines) Salamat Tagalog (Philippines) Salamat po Tagalog (Philippines) Salamat sa iyo Tagalog (Philippines) [very much] Maraming salamat Tahitian (Tahiti) Mauruuru Tahitian (Tahiti) Mauruuru roa Taino [Arawak] (Caribbean) Oáan Taino [Arawak] (Carribbean, Florida USA) Bo matum Tajik (Tajikstan) Tashakur Tajik (Tajikstan) Rakhmat Taki-taki (French Guyana) Ganta [Tamahoq, see Tamashek] Tamashek [Tamahoq, Tuareg] (West Africa) Tanumert
| |